Siti Mariah Ulfa
UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENTINGNYA TEKNIK IDENTIFIKASI DAN ASESMEN PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Serli Sentiana; Siti Mariah Ulfa
Smart Kids: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Prodi PIAUD, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya teknik identifikasi dan asesmen dalam menentukan keberhasilan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Identifikasi dan asesmen merupakan langkah awal yang berfungsi untuk mengenali karakteristik, kemampuan, kebutuhan, hambatan, serta potensi peserta didik sehingga layanan pendidikan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi individual anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya teknik identifikasi pada anak berkebutuhan khusus, mengkaji mekanisme pelaksanaan identifikasi dan asesmen dalam pendidikan khusus, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan proses identifikasi dan asesmen, menganalisis manfaat identifikasi dan asesmen terhadap pengembangan layanan pendidikan, serta mengkaji berbagai pendekatan yang dapat diterapkan untuk meningkatkan efektivitas identifikasi dan asesmen. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah yang relevan berupa buku, artikel jurnal, dan dokumen akademik terkait pendidikan khusus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identifikasi dan asesmen memiliki peran strategis dalam mendukung pengambilan keputusan pendidikan, penyusunan program pembelajaran individual, pemilihan strategi pembelajaran, serta evaluasi perkembangan peserta didik. Keberhasilan pelaksanaannya dipengaruhi oleh kompetensi guru, keterlibatan orang tua, ketersediaan instrumen, dukungan lingkungan pendidikan, dan kolaborasi dengan tenaga profesional. Kemudian penerapan pendekatan observasi, kolaboratif, multidisipliner, berbasis data, individual, dan berkelanjutan terbukti dapat meningkatkan efektivitas identifikasi dan asesmen sehingga mendukung terciptanya layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan anak berkebutuhan khusus.
KARAKTERISTIK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DALAM, PERSEKTIF PENDIDIKAN INKLUSIF: KAJIAN TUNARUNGU, TUNAGRAHITA, DAN TUNADAKSA Indah Putri; Siti Mariah Ulfa
Smart Kids: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Prodi PIAUD, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan inklusif merupakan paradigma pendidikan yang menjunjung pemenuhan hak belajar secara menyeluruh bagi setiap peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK). Penelitian ini bertujuan mengkaji karakteristik tiga kelompok utama ABK, yaitu tunarungu yang mengalami hambatan fungsi pendengaran, tunagrahita yang menghadapi keterbatasan kapasitas intelektual, serta tunadaksa yang mengalami hambatan pada aspek fisik dan motorik, dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif di Indonesia. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui kajian dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap kelompok ABK memiliki kekhasan yang menuntut penyesuaian kurikulum, penerapan strategi pembelajaran berdiferensiasi, serta penyediaan sarana dan prasarana pendukung yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Dalam perspektif Islam, terdapat penegasan mengenai kewajiban mewujudkan pendidikan yang adil dan setara bagi seluruh individu tanpa memandang kondisi maupun latar belakangnya. Dengan demikian, pemahaman komprehensif terhadap karakteristik ABK menjadi landasan esensial dalam membangun pendidikan inklusif yang berkualitas, humanis, dan berkeadilan secara substantif.
Application of the Tracking Game to Improve the Cognitive Ability of Children Aged 5–6 Years Saidah; Siti Mariah Ulfa
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2026): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan kognitif merupakan fondasi penting bagi kesiapan belajar anak usia dini, namun di banyak Taman Kanak-Kanak stimulasinya masih bersifat klasikal sehingga sebagian anak belum optimal mengenal bentuk, bilangan, dan pola. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan kognitif anak usia 5–6 tahun melalui penerapan permainan mencari jejak di TK Al-Ikhlas Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi, didahului tahap pra-siklus. Subjek penelitian adalah lima anak Kelompok B beserta guru kelas. Data dikumpulkan melalui lembar observasi kemampuan kognitif (20 butir berskala BB–MB–BSH–BSB), pedoman wawancara guru semi-terstruktur, dan angket skala Likert lima poin (15 pernyataan), kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana dengan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan ketuntasan kognitif (kategori BSH dan BSB) dari 38% pada pra-siklus menjadi 64% pada siklus I, dan mencapai 84% pada siklus II, melampaui indikator keberhasilan 80%. Rata-rata skor angket pada siklus II sebesar 4,38 termasuk kategori sangat efektif. Aspek bentuk-warna-ukuran-pola berkembang paling menonjol, sedangkan aspek pemecahan masalah memerlukan penguatan scaffolding guru. Penelitian menyimpulkan bahwa permainan mencari jejak efektif meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini dan layak dijadikan kegiatan rutin.