Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Terapi Relaksasi Autogenik terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Lansia: Studi Pre-Eksperimental di Banda Aceh Iskandar Iskandar; Wilda Lidayani; Dewi Sartika; Muhammad Armiyadi
Journal of Medical Science Vol 7 No 1 (2026): Journal of Medical Science
Publisher : LITBANG RSUDZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55572/jms.v7i1.292

Abstract

Lanjut usia merupakan tahap akhir dalam siklus kehidupan yang ditandai dengan penurunan kemampuan adaptasi fisiologis, sehingga rentan mengalami berbagai masalah kesehatan, termasuk gangguan kualitas tidur. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas tidur adalah terapi relaksasi autogenik, yang bekerja melalui mekanisme relaksasi fisiologis tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi relaksasi autogenik terhadap kualitas tidur pada lansia di Panti Sosial Rumoh Seujahtra Geunaseh Sayang Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi penelitian berjumlah 59 lansia, dengan sampel sebanyak 37 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner kualitas tidur. Analisis data menggunakan uji nonparametrik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi (pretest), sebagian besar responden memiliki kualitas tidur buruk sebanyak 29 orang (78,4%). Setelah diberikan terapi relaksasi autogenik (posttest), sebagian besar responden mengalami peningkatan kualitas tidur menjadi baik sebanyak 22 orang (59,5%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan terapi relaksasi autogenik terhadap kualitas tidur lansia. Kesimpulan penelitian ini adalah terapi relaksasi autogenik efektif dalam meningkatkan kualitas tidur pada lansia. Intervensi ini direkomendasikan sebagai salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas tidur pada lansia di panti sosial.
Pengaruh Four Square Step Exercise terhadap Keseimbangan dan Risiko Jatuh pada Lansia di Banda Aceh Iskandar Iskandar; Hajjul Kamil; Endang Mutiawati Rahayuningsih; M Yani; Erli Hasyin; Muhammad Armiyadi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i2.24156

Abstract

ABSTRACT Degenerative diseases in older adults often lead to decreased balance and mobility, increasing the risk of falls. Falls are a major health concern among the elderly and may result in serious injuries and functional decline. Four Square Step Exercise (FSSE) is a balance-training intervention that stimulates vestibular function, coordination, and postural muscle activation. This study aimed to examine the effect of Four Square Step Exercise (FSSE) on balance improvement and fall risk reduction among the elderly. A quasi-experimental study with a pre-test and post-test control group design was conducted from June 23 to July 4, 2025, in a nursing home. The sample included all elderly residents (n = 48), divided into intervention and control groups. Balance and fall risk were assessed using the Berg Balance Scale (BBS) and the Timed Up and Go Test (TUGT). Statistical analyses included paired t-tests, independent t-tests, Wilcoxon tests, and Mann–Whitney tests with a significance level of p 0.05. The intervention group showed a significant improvement in BBS scores after FSSE (p 0.001); however, no significant difference was found between groups (p = 0.670). TUGT results demonstrated a significant reduction in completion time in the intervention group (p 0.001), and a significant difference between the intervention and control groups (p = 0.018). Four Square Step Exercise (FSSE) effectively improves balance and reduces fall risk among the elderly. FSSE can be recommended as a simple and practical intervention for fall prevention in elderly care settings. Keywords: Berg Balance Scale, Four Square Step Exercise (FSSE), Elderly, Fall Risk, Timed Up and Go Test.  ABSTRAK Penyakit degeneratif pada lansia sering menyebabkan penurunan keseimbangan dan mobilitas sehingga meningkatkan risiko jatuh. Kejadian jatuh merupakan masalah kesehatan utama pada lansia karena dapat menyebabkan cedera serius, penurunan fungsi, dan menurunnya kualitas hidup. Four Square Step Exercise (FSSE) merupakan latihan keseimbangan yang menstimulasi fungsi vestibular, koordinasi, dan aktivasi otot postural. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Four Square Step Exercise (FSSE) terhadap peningkatan keseimbangan dan penurunan risiko jatuh pada lansia. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental study with a pre-test and post-test control group. Penelitian dilaksanakan pada 23 Juni–4 Juli 2025 di panti werdha. Sampel penelitian adalah seluruh lansia yang tinggal di panti werdha tersebut (n = 48), yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Pengukuran keseimbangan dan risiko jatuh dilakukan menggunakan Berg Balance Scale (BBS) dan Timed Up and Go Test (TUGT). Analisis data menggunakan uji paired t-test, independent t-test, uji Wilcoxon, dan uji Mann–Whitney dengan tingkat kemaknaan p 0,05. Terdapat peningkatan skor BBS yang signifikan pada kelompok intervensi setelah diberikan FSSE (p 0,001), namun tidak ditemukan perbedaan bermakna antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p = 0,670). Hasil TUGT menunjukkan penurunan waktu yang signifikan pada kelompok intervensi (p 0,001) serta perbedaan bermakna antara kedua kelompok (p = 0,018). Four Square Step Exercise (FSSE) efektif dalam meningkatkan keseimbangan dan menurunkan risiko jatuh pada lansia. Latihan FSSE dapat direkomendasikan sebagai intervensi yang sederhana, aman, dan mudah diterapkan dalam pencegahan jatuh pada lansia. Kata Kunci: Berg Balance Scale, Four Square Step Exercise (FSSE), Lansia, Risiko Jatuh, Timed Up and Go Test.