Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : journal of comprehensive science

Perencanaan Desain Adapter Flange 11” 10.000 Psi × 11” 15.000 Psi Berdasarkan Perhitungan Minimum Thickness dan Critical Area untuk Optimalisasi Blow Out Preventer Sepryanto Fernandus D; Fatma Fatma; Esterina Natalia Paindan
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 7 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i7.4250

Abstract

Operasi pengeboran minyak dan gas memiliki risiko terjadinya kick yang dapat berkembang menjadi blowout apabila tidak dikendalikan dengan sistem keselamatan yang memadai. Salah satu komponen penting dalam sistem pengendalian tekanan sumur adalah Blow Out Preventer (BOP), yang membutuhkan adapter flange dengan kemampuan mekanis tinggi untuk menahan tekanan ekstrem. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengevaluasi adapter flange 11” 10.000 Psi × 11” 15.000 Psi berdasarkan perhitungan minimum thickness dan critical area sesuai standar API Spec 6A guna memastikan keandalan operasional BOP. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui pengumpulan data spesifikasi material, dimensi flange, serta standar API 6A, kemudian dilakukan perhitungan minimum thickness dan critical area pada komponen adapter flange. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai minimum thickness material desain pada sisi 10.000 Psi sebesar 0,853 inch dan material aktual sebesar 0,67 inch, sedangkan pada sisi 15.000 Psi diperoleh nilai 1,34 inch dan 1,04 inch. Nilai tersebut masih lebih kecil dibandingkan ketebalan aktual pabrikan, yaitu 5,56 inch dan 7,38 inch, sehingga komponen dinyatakan aman. Analisis critical area menghasilkan nilai T1 sebesar 1,78 inch, dengan T2 sebesar 3,75 inch pada sisi 10.000 Psi dan 6,25 inch pada sisi 15.000 Psi. Berdasarkan hasil tersebut, desain adapter flange memenuhi persyaratan API Spec 6A dan memiliki kemampuan yang baik dalam menahan tekanan tinggi pada sistem BOP.
Evaluasi Performa Sumur Injeksi dalam Kegiatan Produced Water Disposal Menggunakan Metode Hall Plot Pada Sumur X di Lapangan Semberah Ahken Kelvin Sampe Angin; Fatma Fatma; Esterina Natalia Paindan
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 7 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i7.4241

Abstract

Industri minyak dan gas bumi menghasilkan produced water dalam jumlah besar seiring meningkatnya umur lapangan (mature field), sehingga diperlukan sistem pengelolaan yang efektif melalui kegiatan water disposal menggunakan sumur injeksi. Namun, penurunan kemampuan injeksi akibat formation damage dapat menghambat keberlangsungan operasi dan meningkatkan risiko kegagalan sistem disposal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa Sumur Injeksi X pada kegiatan produced water disposal di Lapangan Semberah menggunakan metode Hall Plot serta mengidentifikasi faktor penyebab penurunan kemampuan injeksi. Metode penelitian dilakukan melalui analisis data sekunder berupa laju injeksi, tekanan wellhead, cumulative injection, karakteristik reservoir, dan kualitas air injeksi selama periode Januari–Mei 2025. Evaluasi dilakukan dengan analisis grafik Hall Plot, perhitungan slope, transmissibility, skin factor, dan injectivity index, serta dikombinasikan dengan analisis kualitas air injeksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju injeksi mengalami penurunan dari 3700 bbl menjadi 93 bbl, sedangkan tekanan wellhead meningkat dari 1216 psi menjadi 1228 psi. Analisis Hall Plot menunjukkan peningkatan slope hingga 38,25 yang mengindikasikan adanya formation damage. Nilai skin factor meningkat menjadi +1,48 dan injectivity index mengalami penurunan sebesar 14,5%. Selain itu, parameter TDS, TSS, dan oil content melebihi standar kualitas air injeksi sehingga berpotensi menyebabkan plugging. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penurunan performa Sumur X disebabkan oleh hambatan aliran akibat kerusakan formasi yang dipengaruhi oleh kualitas air injeksi yang tidak optimal.