Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas sanad dan matan riwayat Israiliyat dalam Tafsir al-Ṭabarī yang berkaitan dengan kisah Nabi Sulaiman pada QS. al-Baqarah ayat 102. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan metode kritik hadis (naqd al-sanad wa al-matn). Objek penelitian difokuskan pada empat riwayat Israiliyat dalam Tafsir al-Ṭabarī, yaitu riwayat nomor 1646 melalui jalur as-Suddi, riwayat nomor 1650 melalui jalur Ibn Isḥāq, riwayat nomor 1660 yang mauquf pada Ibn ‘Abbās, dan riwayat nomor 1681 yang juga mauquf pada Ibn ‘Abbās. Analisis dilakukan dengan menelaah kesinambungan sanad, kredibilitas para perawi, serta kesesuaian matan dengan prinsip akidah Islam dan ayat-ayat Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa riwayat nomor 1646 berstatus ditolak karena sanadnya dha‘if dan maqṭū‘ serta matannya mengandung unsur Israiliyat yang berpotensi menimbulkan kesan keterkaitan Nabi Sulaiman dengan sihir. Riwayat nomor 1650 berstatus ditangguhkan karena merupakan khabar sejarah yang sanadnya lemah, namun kandungan umumnya masih selaras dengan semangat QS. al-Baqarah ayat 102. Riwayat nomor 1660 berstatus ditolak karena sanadnya dha‘if mauquf dan matannya bertentangan dengan prinsip ‘iṣmah al-anbiyā’ serta hadis-hadis sahih. Adapun riwayat nomor 1681 berstatus ditangguhkan karena sanadnya mengandung perawi majhul dan unsur tadlis, sementara matannya bertentangan dengan konsep kemaksuman malaikat sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan kritik sanad dan matan dalam kajian Israiliyat guna menjaga validitas penafsiran Al-Qur’an serta kemurnian konsep kenabian dalam Islam.