Pembelajaran bahasa Arab pada jenjang sekolah menengah atas seringkali dihadapkan pada fenomena kesulitan belajar siswa yang berdampak pada keterlambatan akademis. Penelitian deskriptif-kualitatif ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab kesulitan belajar bahasa Arab pada siswa kelas X SMA Jarinabi Muara Sabak Barat serta menganalisis solusi yang diterapkan oleh guru. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi kelas, studi dokumentasi, serta wawancara mendalam terhadap 1 orang guru bahasa Arab dan sampel siswa kelas X yang teridentifikasi mengalami hambatan belajar. Analisis data dilakukan secara simultan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian mengungkap dua kelompok faktor utama kesulitan belajar siswa: (1) Problematika kebahasaan (linguistic), mencakup kelemahan retensi memori kosakata (mufrodat), kekakuan artikulasi fonetis huruf hijaiyah yang mirip, kendala operasi penerjemahan teks, serta disorientasi spasial penulisan dari kanan ke kiri ; dan (2) Problematika non-kebahasaan (non-linguistic), berupa disparitas latar belakang pendidikan asal siswa yang didominasi sekolah umum non-pesantren serta keterbatasan media buku paket dan kamus lengkap. Sebagai solusi untuk mereduksi hambatan kognitif tersebut, guru menerapkan integrasi empat komponen keterampilan berbahasa (maharah al-istima’, al-kalam, al-qiro’ah, dan al-kitabah) yang dipadukan dengan strategi kreatif berupa metode bernyanyi (ghina’) untuk hafalan kosakata, teknik imlak untuk penguatan keterampilan menulis, serta metode drill (latihan berulang) dengan sistem reward yang mampu menumbuhkan ketertarikan dan keterlibatan aktif siswa.