Djoko Wahyono
Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

THE EFFECT OF HOME PHARMACY CARE ON CLINICAL OUTCOMES AND QUALITY OF LIFE IN PATIENTS WITH TYPE 2 DIABETES MELLITUS Ali Nurrohim; Djoko Wahyono; Indri Hapsari
JTH: Journal of Technology and Health Vol. 4 No. 1 (2026): JTH: Journal of Technology and Health
Publisher : CV. Fahr Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61677/jth.v4i1.837

Abstract

Home Pharmacy Care (HPC) is a comprehensive, home-based pharmacy service designed to improve adherence, education, and monitoring for patients with Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) in order to achieve optimal clinical outcomes and a better quality of life. This study aims to evaluate the impact of implementing Home Pharmacy Care on clinical outcomes (such as HbA1c levels, blood pressure, and lipid profiles) as well as the quality of life of T2DM patients. The study used a quasi-experimental design with intervention and control groups, involving 60 patients at Mitra Siaga Hospital, Tegal Regency, Central Java. Clinical outcome and quality of life data were collected before and after the intervention using standardized instruments (WHOQOL-BREF for quality of life). The results of the study showed that the intervention group experienced significant improvements in all parameters compared to the control group (p < 0.05). In the intervention group, there was a mean decrease in HbA1c levels of -1.5% (p = 0.000), a decrease in systolic blood pressure of -14 mmHg (p = 0.001), and improvements in lipid profile characterized by a reduction in total cholesterol of -23 mg/dL (p = 0.002) and LDL by -17 mg/dL (p = 0.003). Additionally, the intervention group’s quality of life score showed a significant overall increase of +11.6 points (p = 0.001), particularly in the dimensions of physical health and social relationships.  These findings suggest that Home Pharmacy Care has the potential to be an effective strategy for the sustainable management of T2DM patients.
Pengaruh intervensi Apoteker terhadap Kepatuhan Terapi dan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Apotek Komunitas: Tinjauan Naratif Annisa Rayan; Djoko Wahyono; Indri Hapsari
Majalah Farmaseutik Vol 22, No 3 (2026)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v22i3.118426

Abstract

Diabetes Melitus tipe 2 merupakan penyakit yang saat ini keberhasilan pengobatannya masih rendah tetapi prevalesinya setiap tahun terus meningkat. Intervensi pelayanan kefarmasian yang dipimpin oleh apoteker sangat penting dalam mencapai keberhasilan pengobatan yang optimal. Narrative review bertujuan penelitian ini untuk menelusuri berbagai literatur tentang intervensi yang dipimpin oleh apoteker untuk meningkatkan kepatuhan minum obat dan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2. Metode yang digunakan adalah narrative review dengan pencarian literatur melalui database PubMed dan Google Scholar. Narrative review ini dilakukan melalui tinjauan artikel  terbaru dari  tahun  2019 sampai 2025 dan didapatkan  sebanyak 608 artikel. Pemilihan artikel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, sebanyak 5 artikel yang memenuhi syarat untuk dianalisis secara deskriptif. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa berbagai intervensi apoteker seperti pemberiaan layanan home pharmacy care , konseling ,  peningkatan edukasi pada pasien, penggunaan paltform digitalisasi dan monitoring pengobatan secara signifikan dapat meningkatkan kepatuhan minum obat dan kualitas hidup pasien. Kesimpulannya adanya berbagai intervesi apoteker dapat meningkatkan kepatuhan minum obat dan meningkatakan kualitas hidup pasien Diabetes Melitus tipe 2 lebih stabil.
Preferensi Konsumen Terhadap Pemilihan Obat Generik dibanding Obat Bermerek : Tinjauan Naratif Anna Muthmainna Murdi; Djoko Wahyono; Githa Fungie Galistiani
Majalah Farmaseutik Vol 22, No 3 (2026)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v22i3.119419

Abstract

Pemilihan antara obat generik dan obat bermerek merupakan isu penting dalam pelayanan kesehatan, terutama karena berkaitan dengan aksesibilitas, efektivitas, dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesehatan. Meskipun obat generik dinilai secara ekonomi lebih terjangkau, preferensi konsumen sering kali tetap condong pada obat bermerek. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau persepsi konsumen terhadap obat generik dibandingkan dengan obat bermerek dari segi kualitas, efektivitas, serta faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian. Penelitian ini dilakukan melalui telaah pustaka dengan menggunakan kata kunci. Sumber data diperoleh dari basis data elektronik seperti PubMed dan Google Scholar. Lima artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dianalisis secara kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa persepsi terhadap obat generik sangat dipengaruhi oleh pengetahuan konsumen, tingkat kepercayaan, serta latar belakang ekonomi dan budaya. Meskipun sebagian besar konsumen mengetahui bahwa obat generik lebih murah, mereka tetap memilih obat bermerek karena dianggap lebih efektif dan terpercaya. Faktor-faktor lain yang memengaruhi preferensi meliputi kebiasaan penggunaan, saran dari tenaga medis, dan edukasi yang diterima di fasilitas kesehatan. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa persepsi negatif terhadap obat generik masih menjadi hambatan utama dalam penggunaannya. Peningkatan edukasi kesehatan berbasis bukti dan komunikasi informasi yang tepat dapat meningkatkan penerimaan konsumen terhadap obat generik serta mendorong penggunaan obat yang lebih rasional.