Syalsabila Maharani Putri
Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MAKNA TRADISI MAKAN SINGGANG AYAM PADA MASYARAKAT NAGARI PANDAI SIKEK KECAMATAN X KOTO Syalsabila Maharani Putri; Mutia Kahanna
Jurnal Antropologi Sumatera Vol. 23 No. 2 (2026): Jurnal Antropologi Sumatera, Juni 2026
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/xfayeb28

Abstract

Penelitian ini membahas tentang tradisi makan singgang ayam di Nagari Pandai Sikek merupakan prosesi adat yang sarat akan simbol, berfungsi sebagai sarana pengukuhan gelar (gala) bagi mempelai laki-laki sekaligus penegasan status sosial dalam struktur masyarakat Minangkabau. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam prosesi pelaksanaan tradisi tersebut dan mengungkapkan makna simbolik yang terkandung di dalamnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan pendekatan etnografi untuk memahami makna budaya, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam bersama tokoh adat. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini terdiri dari tahapan persiapan (barundiang, mampaiyoan, mapamanggia, mamanggia, maantaan siriah, masak dama, dan masang kasur) serta tahap pelaksanaan (minum pinun aia, pasambahan, makan bersama, dan manyiriah). Secara simbolik, penggunaan carano gadang yang berisi singgang ayam jantan utuh dan nasi kunyik bermakna kemuliaan, pikiran yang matang, serta kebulatan mufakat. Sementara itu, carano ketek dan fasilitas kasur mencerminkan etika penghormatan terhadap niniak mamak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi makan singgang ayam adalah mekanisme sosial yang efektif untuk menjaga marwah kaum dan mengintegrasikan identitas individu ke dalam tatanan adat, memastikan nilai-nilai luhur Minangkabau tetap lestari di Nagari Pandai Sikek.