Integritas belajar tidak lagi sekadar dipandang sebagai kepatuhan terhadap aturan akademik, melainkan sebagai konstruksi holistik yang mencakup komitmen, konsistensi, dan kesungguhan dalam menghadapi proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan integritas usaha belajar antara mahasiswa semester awal dan tingkat lanjut, serta mengeksplorasi bagaimana spiritualitas pekerja keras berperan dalam mempertahankan atau menggerus kualitas komitmen akademik mereka. Menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 10 mahasiswa yang tersebar pada semester awal dan tingkat lanjut di sebuah perguruan tinggi swasta berbasis nilai spiritual di Indonesia (identitas institusi dan partisipan disamarkan sesuai kode etik publikasi). Analisis tematik mengungkapkan lima tema utama: (1) pergeseran epistemik semangat belajar dari idealisme menuju pragmatisme; (2) metamorfosis spiritualitas pekerja keras dari transendental menjadi fungsional; (3) beban multidimensi sebagai katalisator disorientasi makna; (4) integritas belajar yang bertransformasi dari panggilan jiwa menjadi kewajiban formal; dan (5) kebutuhan mendesak akan ruang jeda dan pemaknaan ulang. Temuan ini menunjukkan bahwa spiritualitas pekerja keras bukanlah variabel yang statis, melainkan dinamis dan sangat rentan terhadap tekanan eksistensial di tingkat lanjut. Penelitian ini menawarkan kebaruan teoretis dengan memperluas Self-Determination Theory ke dalam ranah spiritualitas eksistensial, serta memberikan implikasi praktis bagi perguruan tinggi untuk meredesain dukungan psikospiritual bagi mahasiswa tingkat lanjut