This Author published in this journals
All Journal GUNAVATTA
Dyah Silvana Amalia
Program Studi Ilmu Hukum, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penguatan Budaya Antikorupsi Pada Generasi Muda Melalui Edukasi Hukum Dyah Silvana Amalia; Dini Ismatul Maula; Rose Rizki Salsabila
GUNAVATTA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2026): Gunavatta : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/gunavatta.v2i2.8833

Abstract

Korupsi merupakan salah satu permasalahan yang memberikan dampak luas terhadap penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan nasional, dan kesejahteraan masyarakat. Upaya pemberantasan korupsi tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga memerlukan langkah preventif melalui penguatan budaya antikorupsi sejak dini. Generasi muda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan sehingga perlu dibekali pemahaman hukum dan nilai-nilai integritas melalui kegiatan edukasi yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran hukum generasi muda mengenai budaya antikorupsi sebagai upaya preventif dalam mencegah perilaku koruptif. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui penyuluhan hukum, diskusi interaktif, studi kasus, simulasi, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Sasaran kegiatan adalah pelajar, mahasiswa, dan organisasi kepemudaan yang berada di wilayah mitra pengabdian. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh peningkatan pemahaman mengenai konsep korupsi, bentuk-bentuk tindak pidana korupsi, nilai-nilai integritas, serta pentingnya penerapan budaya antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata pre-test dari 61,8 menjadi 85,6 pada post-test, atau meningkat sebesar 38,5%. Selain peningkatan aspek pengetahuan, kegiatan ini juga mampu membangun kesadaran hukum, meningkatkan partisipasi peserta dalam diskusi, serta menumbuhkan komitmen untuk menerapkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, edukasi hukum melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat terbukti menjadi strategi preventif yang efektif dalam memperkuat budaya antikorupsi di kalangan generasi muda serta mendukung terwujudnya masyarakat yang berintegritas dan taat hukum.