Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Transformasi Limbah Organik Sekolah menjadi Sabun Cair Eco-Enzim untuk Penguatan Green School Berbasis SDGs Muhammad Al Kholif; Sri Widyastuti; Indah Nuhayati; Pungut Pungut; Dian Majid; Sugito Sugito; Mochamad Shofwan; Tatang Sopandi; Ilham Setiawan; Shofia Mutiara Nur Alif; Ariel Sirajuddin Ibrahim
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.154

Abstract

Pengelolaan sampah organik di lingkungan sekolah masih menjadi persoalan penting karena sebagian besar limbah kantin, seperti kulit buah dan sisa sayuran, belum dimanfaatkan secara produktif. Eco enzim merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik, gula, dan air yang berpotensi dikembangkan menjadi produk turunan bernilai guna, salah satunya sabun cair ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PPM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru serta siswa SMK Sejahtera Surabaya dalam mengolah limbah organik menjadi eco enzim dan mengembangkannya menjadi sabun cair. Metode pelaksanaan meliputi observasi dan koordinasi mitra, penyuluhan pengelolaan limbah organik, pelatihan pembuatan eco enzim, praktik formulasi sabun cair berbasis eco enzim, pendampingan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 211 peserta dari SMK Sejahtera Surabaya dan 15 peserta dari Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa persentase jawaban benar peserta meningkat dari 24,2% pada pre-test menjadi 53,0% pada post-test, atau naik 28,8 poin persentase dengan peningkatan relatif sebesar 119,0%. Produk sabun cair yang dihasilkan memiliki karakteristik warna kuning kecokelatan yang jernih, aroma segar khas sitrus, busa yang stabil, serta pH 8,5–9,0 yang sesuai untuk produk sabun mandi cair. Program ini berkontribusi terhadap penguatan green skill, ecopreneurship, dan penerapan ekonomi sirkular di lingkungan sekolah. Kegiatan ini juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, terutama SDG 4, 6, 12, dan 13.
Transformasi Limbah Organik Sekolah menjadi Sabun Cair Eco-Enzim untuk Penguatan Green School Berbasis SDGs Muhammad Al Kholif; Sri Widyastuti; Indah Nuhayati; Pungut Pungut; Dian Majid; Sugito Sugito; Mochamad Shofwan; Tatang Sopandi; Ilham Setiawan; Shofia Mutiara Nur Alif; Ariel Sirajuddin Ibrahim
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.154

Abstract

Pengelolaan sampah organik di lingkungan sekolah masih menjadi persoalan penting karena sebagian besar limbah kantin, seperti kulit buah dan sisa sayuran, belum dimanfaatkan secara produktif. Eco enzim merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik, gula, dan air yang berpotensi dikembangkan menjadi produk turunan bernilai guna, salah satunya sabun cair ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PPM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru serta siswa SMK Sejahtera Surabaya dalam mengolah limbah organik menjadi eco enzim dan mengembangkannya menjadi sabun cair. Metode pelaksanaan meliputi observasi dan koordinasi mitra, penyuluhan pengelolaan limbah organik, pelatihan pembuatan eco enzim, praktik formulasi sabun cair berbasis eco enzim, pendampingan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 211 peserta dari SMK Sejahtera Surabaya dan 15 peserta dari Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa persentase jawaban benar peserta meningkat dari 24,2% pada pre-test menjadi 53,0% pada post-test, atau naik 28,8 poin persentase dengan peningkatan relatif sebesar 119,0%. Produk sabun cair yang dihasilkan memiliki karakteristik warna kuning kecokelatan yang jernih, aroma segar khas sitrus, busa yang stabil, serta pH 8,5–9,0 yang sesuai untuk produk sabun mandi cair. Program ini berkontribusi terhadap penguatan green skill, ecopreneurship, dan penerapan ekonomi sirkular di lingkungan sekolah. Kegiatan ini juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, terutama SDG 4, 6, 12, dan 13.
Peningkatan Kapasitas Masyarakat Pada Bencana Longsor di Desa Belik Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto Moch Shofwan; Dian Majid; M. Nushron Ali Mukhtar
Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2024): Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Kuras Institute & Scidac Plus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Belik, yang terletak di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, dikenal dengan keindahan alamnya namun menghadapi ancaman serius dari bencana tanah longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko longsor dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat melalui program pengabdian masyarakat yang berfokus pada mitigasi bencana. Metode yang digunakan mencakup survei area rawan longsor, pelatihan mitigasi bencana, simulasi tanggap darurat, dan pengembangan sistem peringatan dini. Hasil dari pretest dan posttest menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman warga mengenai mitigasi bencana, dengan rata-rata peningkatan pengetahuan sebesar 40%-50%. Program ini berhasil memperkuat kapasitas masyarakat Desa Belik dalam mengelola risiko longsor, meskipun masih diperlukan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan pemahaman tentang tanda-tanda awal longsor dan penerapan sistem peringatan dini.