Kinerja guru merupakan salah satu indikator utama dalam menentukan mutu pendidikan, khususnya pada Sekolah Luar Biasa (SLB) yang memiliki karakteristik pembelajaran lebih kompleks dibandingkan sekolah reguler. Berbagai faktor diduga memengaruhi kinerja guru, di antaranya kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kompetensi manajerial, dan kompensasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional, kompetensi manajerial, dan kompensasi terhadap kinerja guru SLB Swasta di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Provinsi Jawa Barat, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei eksplanatori. Populasi penelitian adalah seluruh guru SLB Swasta di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Provinsi Jawa Barat, sedangkan sampel ditentukan menggunakan teknik proportionate random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, serta analisis regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional, kompetensi manajerial, dan kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru, baik secara parsial maupun simultan. Di antara ketiga variabel tersebut, kepemimpinan transformasional memberikan pengaruh yang paling dominan terhadap peningkatan kinerja guru. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan mutu layanan pendidikan di SLB tidak hanya bergantung pada kompetensi individu guru, tetapi juga memerlukan kepemimpinan kepala sekolah yang inspiratif, kompetensi manajerial yang efektif, serta sistem kompensasi yang adil. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa penguatan kepemimpinan transformasional, peningkatan kompetensi manajerial kepala sekolah, dan penyempurnaan sistem kompensasi perlu menjadi prioritas dalam kebijakan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan SLB Swasta.