Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

WEBINAR INTERNASIONAL MEMAHAMI SISTEM PENDIDIKAN DI INDONESIA DAN PHILIPPINE Lili Nurlaili; Ichwani Siti Utami; Hendri Hendri
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2022): Edisi Oktober
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/al-jpkm.v3i3.24862

Abstract

Perkembangan globalisasi memberikan dampak yang signifikan terhadap perubahan berbagai aspek dalam kehidupan masyarakat Indonesia saat ini bahkan di seluruh dunia. Seiring dengan hadirnya globalisasi di tengah-tengah masyarakat tersebut diikuti pula dengan perkembangan di bidang teknologi yang semakin pesat. Oleh karena itu dalam menindak lanjuti kerjasama antara Universitas Pamulang (UNPAM) dengan Polytechnic University of the Philippines (PUP), yang dilanjutkan dengan kerjasama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Prodi PPKn menyelenggarakan English Camp dalam bentuk pertukaran informasi tentang budaya, kebijakan pendidikan dan sistem demokrasi yang berkembang di Indonesia dan Filipina. Kegiatan ini dilaksanakan dalam flatporm video converence (webinar). Kegiatan berlangsung 4 (empat) kali webinar antara tanggal 22 Maret 2022 – 1 April 2022. Pengabdian kepada masyarakat (PKM) internasional pada sesi pendidikan bertujuan untuk: a) Mengenalkan tentang Sistem Pendidikan di Indonesia dan Philipina; b) Meningkatkan kemampuan dosen dan mahasiswa di Indonesia dan Philipina untuk lebih memahami tentang system pendidikan pada kedua negara tersebut; c) Memperkenalkan Universitas Pamulang dalam forum internasional agar tertarik untuk menjalin kerjasama rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.Kata Kunci: Sistem Pendidikan; Kerjasama Internasional; Indonesia dan Philipina
Kurikulum Merdeka Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Belajar Peserta Didik Pasca Pandemi Covid-19 Lili Nurlaili; Ismail Aji
Jurnal Mahasiswa Karakter Bangsa Vol 2, No 2 (2022): Jurnal Mahasiswa Karakter Bangsa Vol.2 No.2 September 2022
Publisher : Jurnal Mahasiswa Karakter Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam menghadapi perubahan karena pandemi, tentu kegiatan belajar mengajar memunculkan berbagai permasalahan, salah satunya adalah kurangnya motivasi belajar sehingga mempengaruhi kualitas belajar yang jauh dari kata maksimal dan berdampak pada penurunan capaian belajar peserta didik. Penulisan artikel ini bertujuan untuk menganalisis kurikulum merdeka dalam upayanya meningkatkan kualitas belajar peserta didik pasca pandemi covid-19. Penulisan artikel ini menggunakan metode studi kepustakaan yang berasal jurnal, buku, website, dan dokumen literatur pendukung lainnya. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa kurikulum merdeka dapat membantu meningkatkan kualitas belajar pasca pandemi dengan pembelajaran yang interaktif dan relevan serta berbasis kompetensi. Peran kurikulum merdeka dalam membantu memulihkan dan meningkatkan kualitas belajar yang menurun karena pandemi cukup baik namun perlu ada penelitian lanjutan yakni apakah kurikulum merdeka mampu “mengakomodir” sekolah-sekolah di pelosok yang ingin meningkatkan kualitas dan kompetensi lulusannya namun terbentur dengan kondisi yang tidak mendukung.Kata-kata kunci: Kurikulum Merdeka; Peserta Didik; Pandemi Covid-19
Pendidikan Karakter Sebagai Upaya Menghadapi Globalisasi Lili Nurlaili; Aqil Naufal
Jurnal Mahasiswa Karakter Bangsa Vol 2, No 2 (2022): Jurnal Mahasiswa Karakter Bangsa Vol.2 No.2 September 2022
Publisher : Jurnal Mahasiswa Karakter Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalisasi merupakan terhubungnya satu negara dengan negara lain dalam aspek ekonomi, budaya, politik, teknologi dan sebagainya. Globalisasi memberikan dampak negatif yaitu menurunnya moralitas generasi penerus bangsa. Maka dari itu pendidikan karakter adalah jawaban untuk mengatasi masalah tersebut. Krisis karakter dan moralitas ditandai oleh meningkatnya kejahatan seperti penyalahgunaan narkoba dan lain sebagainya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui beragam jenis upaya dalam membentuk karakter peserta didik. Diharapkan hasil penelitian dapat bermanfaat untuk menyadarkan para pembaca mengenai pentingnya pendidikan karakter dalam menghadapi globalisasi. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka. Kajian pustaka digunakan dalam penelitian ini diantaranya menggunakan berbagai referensi dari artikel jurnal sehingga dapat mendukung berbagai informasi dalam tulisan ini. Hasil menunjukkan bahwa pendidikan karakter dapat diajarkan pada peserta didik melalui pendidikan kewarganegaraan, karena pelajaran PKN memberikan perhatian lebih pada siswa di bidang karakter. Karakter generasi muda bangsa Indonesia harus sesuai dengan pancasila, mulai dari sila Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, permusyawaratan dan keadilan sosial. Mendidik karakter siswa menjadi kewajiban guru apabila masih berada dalam lingkungan sekolah, namun saat sudah dirumah menjadi kewajiban orang tua untuk mendidik dan memberikan contoh yang baik pada anak. Kesimpulan yang didapat yaitu karakter peserta didik selaku generasi penerus bangsa harus sejalan dengan pancasila, sehingga peserta didik akan mampu mengetahui yang baik dan buruk dari adanya globalisasi. Diharapkan generasi anak bangsa yang berkarakter pancasilais mampu memajukan bangsa Indonesia.
Turbulensi Pendidikan Karakter Bagi Generasi Penerus Bangsa Masa Kini Lili Nurlaili; Shella Rachmawaty
Jurnal Mahasiswa Karakter Bangsa Vol 2, No 2 (2022): Jurnal Mahasiswa Karakter Bangsa Vol.2 No.2 September 2022
Publisher : Jurnal Mahasiswa Karakter Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Generasi masa kini yang memang rentan oleh terpaan gejolak dari perkembangan zaman diera global ini memang merupakan sebuah fenomena yang tidak bisa di hindari, krisis yang dialami generasi masa kini, bagaimana tidak krisis moral, etika dan akhlak pun kian menjadi hal yang sudah menjadi lumrah dialami oleh generasi saat ini. Maka pendidikan karakter bagi generasi masa kini merupakan keharusan yang sangat urgen, mengingat pendidikan karakter ini tentunya memiliki relasi yang begitu erat dengan upaya penanaman nilai moral serta nilai budi pekerti. Perlunya pembentukan karakter memang sudah sepatutnya menjadi kewajiban bersama agar proses pembentukan generasi penerus bangsa yang berkualitas dapat berjalan sebagaimana mestinya. Metode yang digunakan dalam jurnal kali ini yakni menggunakan kajian literatur. Kajian literatur digunakan dalam metode penulisan jurnal ini, kajian pustaka merupakan kumpulan penjelasan dari berbagai sumber ilmu  yang relevan kemudian dijadikan sebagai pedoman dan informasi. Kajian literatur atau literature review berisi mengenai uraian mengenai  suatu topik tertentu. Hasil dan pembahasan dari jurnal kali ini menunjukkan bahwa pentingnya jiwa yang berkarakter generasi calon penerus bangsa yang tentunya harus dipersiapkan sebaik mungkin agar nantinya dapat berpartisipasi secara baik dalam hal mencapai cita-cita luhur bangsa, maka dengan demikian memiliki jiwa yang berkarakter memang sangat mempengaruhi perkembangan masa remaja untuk kedepanya.Kata Kunci : Turbulensi, Pendidikan Karakter, Generasi Penerus Bangsa
Smart People Smart Ethics Seni Berorganisasi dalam Genggaman Gadget Lili Nurlaili; Imas Masriah; Arkayah Pachelina; Fauziah Syafira Alfaini; Keken Thalia; Muhammad Hilmy Naufal; Poppy Octamelinia; Sahri Robi; Yanuarius Manggur
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : CV. Kurnia Grup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61476/436wa910

Abstract

The digital age demands that Islamic boarding school students not only be proficient in religious studies but also skilled in managing organizations through information technology. This community service activity aims to equip students at the Al-Kaffah Islamic Boarding School with the concepts of “Smart People and Smart Ethics in running gadget-based organizations.” The primary issues identified were the still-predominantly consumptive use of gadgets and a lack of digital communication ethics in formal organizational coordination. The method employed was Participatory Action Research (PAR) through stages of digital ethics socialization, delivered via training sessions for the students. The expected outcome of this initiative is to enhance the students’ awareness of positioning gadgets as tools to support da’wah and organizational activities, rather than merely as entertainment devices. The students began adopting the “Smart People” principle, meaning they should not only be skilled in using gadgets but must also be wise users—such as using polite language when coordinating in digital chat groups. This activity concludes that empowering students through civilized digital literacy is key to shaping future leaders who are ready to face the challenges of the times without losing their identity as students in the future. 
Pengaruh Kepemimpinan Transformasional, Kompetensi Manajerial, Dan Kompensasi Terhadap Kinerja Guru SLB Swasta Aam Amalia; Ersam Mahendarawan; Lili Nurlaili
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 6 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i6.2649

Abstract

Kinerja guru merupakan salah satu indikator utama dalam menentukan mutu pendidikan, khususnya pada Sekolah Luar Biasa (SLB) yang memiliki karakteristik pembelajaran lebih kompleks dibandingkan sekolah reguler. Berbagai faktor diduga memengaruhi kinerja guru, di antaranya kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kompetensi manajerial, dan kompensasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional, kompetensi manajerial, dan kompensasi terhadap kinerja guru SLB Swasta di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Provinsi Jawa Barat, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei eksplanatori. Populasi penelitian adalah seluruh guru SLB Swasta di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Provinsi Jawa Barat, sedangkan sampel ditentukan menggunakan teknik proportionate random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, serta analisis regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional, kompetensi manajerial, dan kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru, baik secara parsial maupun simultan. Di antara ketiga variabel tersebut, kepemimpinan transformasional memberikan pengaruh yang paling dominan terhadap peningkatan kinerja guru. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan mutu layanan pendidikan di SLB tidak hanya bergantung pada kompetensi individu guru, tetapi juga memerlukan kepemimpinan kepala sekolah yang inspiratif, kompetensi manajerial yang efektif, serta sistem kompensasi yang adil. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa penguatan kepemimpinan transformasional, peningkatan kompetensi manajerial kepala sekolah, dan penyempurnaan sistem kompensasi perlu menjadi prioritas dalam kebijakan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan SLB Swasta.
Transformasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Melalui Integrasi Teknologi Lili Nurlaili; Sri Utami
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2023: SPECIAL EDITION: LALONGET IV
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.11754

Abstract

Pendidikan merupakan investasi yang utama dan unggulan dalam peradaban suatu negara. Sehingga, pendidikan di seluruh dunia selalu mengalami tren yang berbeda-beda. Menurut Kemdikbud 2020, terdapat 4 tren yang perlu diperhitungkan yang salah satunya adalah kemajuan tekhnologi. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaran sebagai salah satu mata pelajaran yang penting di sekolah juga mengalami perubahan pembelajarannya dengan menggunakan Artificial Intellgient (AI) . Tujuan dari tulisan ini adalah para pendidik PPKn lebih peduli terhadap perkembangan teknologi yang membantu mereka untuk mencapai pembelajaran yang lebih baik, serta memahami tentang kebijakan pendidikan yang sedang dilaksanakan. Metode yang digunakan yaitu metode ceramah, tanya jawab, dan presentasi. Temuan yaitu: Banyak guru-guru yang belum memahami tentang pengintegrasian AI dalam pembelajaran PPKn . Kesimpulan: masih perlunya kegiatan yang memberikan penguatan guru untuk paham dalam menggunakan Artificial Teknologi dalam pembelajaran PPKn.
Pengaruh Kepemimpinan Transformasional, Kompetensi Manajerial, Dan Kompensasi Terhadap Kinerja Guru SLB Swasta Aam Amalia; Ersam Mahendarawan; Lili Nurlaili
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 6 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i6.2649

Abstract

Kinerja guru merupakan salah satu indikator utama dalam menentukan mutu pendidikan, khususnya pada Sekolah Luar Biasa (SLB) yang memiliki karakteristik pembelajaran lebih kompleks dibandingkan sekolah reguler. Berbagai faktor diduga memengaruhi kinerja guru, di antaranya kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kompetensi manajerial, dan kompensasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional, kompetensi manajerial, dan kompensasi terhadap kinerja guru SLB Swasta di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Provinsi Jawa Barat, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei eksplanatori. Populasi penelitian adalah seluruh guru SLB Swasta di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Provinsi Jawa Barat, sedangkan sampel ditentukan menggunakan teknik proportionate random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, serta analisis regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional, kompetensi manajerial, dan kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru, baik secara parsial maupun simultan. Di antara ketiga variabel tersebut, kepemimpinan transformasional memberikan pengaruh yang paling dominan terhadap peningkatan kinerja guru. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan mutu layanan pendidikan di SLB tidak hanya bergantung pada kompetensi individu guru, tetapi juga memerlukan kepemimpinan kepala sekolah yang inspiratif, kompetensi manajerial yang efektif, serta sistem kompensasi yang adil. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa penguatan kepemimpinan transformasional, peningkatan kompetensi manajerial kepala sekolah, dan penyempurnaan sistem kompensasi perlu menjadi prioritas dalam kebijakan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan SLB Swasta.
The Role of Situational Leadership and Organizational Culture in Efforts to Improve Digital Literacy (A Case Study of Widuri Junior High School, Kebon Jeruk Subdistrict, West Jakarta) Anggita Muliani; Ersam Mahendrawan; Lili Nurlaili
Journal of World Science Vol. 5 No. 7 (2026): Journal of World Science
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jws.v5i7.1686

Abstract

The rapid development of ICT has elevated digital literacy as a critical competency in education. SMP Widuri Jaya, an A-accredited private junior high school in Kebon Jeruk, West Jakarta, faces challenges in digital literacy among its educators. The objective aims to examine the role of situational leadership and organizational culture in enhancing digital literacy among educators at SMP Widuri Jaya. A qualitative case study design was employed. Five informants were selected purposively: the principal, vice-principal for student affairs, head of laboratory and library, ICT teacher, and homeroom teacher. Data were collected through in-depth interviews, direct observation, and documentation, then analyzed using open, axial, and selective coding. Validity was ensured through source and technique triangulation. The results situational leadership is at a moderate level, characterized by adaptive but informal leadership styles with task delegation primarily directed toward full-time and homeroom teachers. Organizational culture also operates at a moderate level, marked by limited formal digital policies and mild innovation. Five integrated dimensions emerged: human resource competency, organizational communication and collaboration, member empowerment, organizational culture and work values, and organizational stability and conflict management. Supporting factors include Wi-Fi infrastructure, personal devices, training, leadership support, and reward systems. Inhibiting factors encompass unequal digital competencies, dependence on specific individuals, absent formal policies, incomplete library digitalization, and low educator motivation. Both situational leadership and organizational culture significantly contribute to digital literacy enhancement; systematic formal policy development and competency-based empowerment strategies are urgently needed.
PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL, BUDAYA ORGANISASI SEKOLAH, DAN KOMPENSASI GURU TERHADAP KINERJA GURU DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN PARAWISATA KOTA TANGERANG SELATAN Desnimar; Lili Nurlaili; Surasni
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.14560

Abstract

This study aims to analyze the influence of organizational culture of transformational leadership and teacher compensation partially or simultaneously on teacher performance at Tourism Vocational High School in South Tangerang City. The research approach used is quantitative with associative method. The population in this study were all teachers in South Tangerang City. with a sample of 135 respondents. Data collection techniques were carried out through questionnaires with Likert scale instruments that have been tested for validity and reliability. Data analysis includes classical assumption tests and multiple linear regression analysis using SPSS software version 27. The results of the study indicate that partially, there is a positive and significant influence of transformational leadership on teacher performance with the equation model Y = 1.399 + 0.917 X1. Organizational Culture is also proven to have a positive and significant influence on teacher performance with the model Y = 1.399 + 0.993 X2. Likewise, teacher compensation has a positive and significant influence on teacher performance through the equation model Y = 1.399 + 0.214 X3. Simultaneously, these variables contribute a very strong influence on teacher performance. As an illustration, the correlation test between organizational culture, infrastructure, and the work environment collectively showed a 90.0% contribution to teacher performance, while the remaining 10.0% was influenced by factors outside the research variables. This indicates that effective teacher performance improvement can be achieved through strengthening the highly influential organizational culture, providing adequate infrastructure, and continuously improving the work environment.