Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERGULATAN PEREMPUAN DALAM RUANG TRADISI DAN MODERNITAS PADA NOVEL SAYYIDAT AL-QAMAR KARYA JOKHA ALHARTHI Nurul Aulia Hamzah; Sitti Wahidah Masnani
Jurnal Sarjana Ilmu Budaya Vol. 6 No. 02 (Mei) (2026): Jurnal Sarjana Ilmu Budaya
Publisher : Departemen Sastra Asia Barat, Fakultas Ilmu budaya, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12259/jsib.v6i02 (Mei).52720

Abstract

Tulisan ini membahas pergulatan perempuan dalam ruang tradisi dan modernitas pada novel Sayyidat al-Qamar karya Jokha Alharthi. Permasalahan utama penelitian ini adalah bagaimana tokoh-tokoh perempuan, terutama Mayya, Asma, dan Khawla, menghadapi konflik internal dan eksternal yang berkaitan dengan kewajiban keluarga, struktur patriarki, kelas sosial, warisan perbudakan, serta perubahan sosial masyarakat Oman. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan intrinsik yang diperkuat oleh pembacaan sosiologi sastra. Data primer penelitian berupa kutipan naratif dan dialog dalam novel Sayyidat al-Qamar, sedangkan data sekunder berupa buku, artikel ilmiah, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan teori konflik, novel, dan transformasi sosial. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pembacaan mendalam, studi pustaka, pencatatan, pelabelan, dan pengkodean data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik dalam novel tidak hanya hadir sebagai unsur pembangun alur, tetapi juga sebagai representasi ketegangan sosial yang dialami perempuan dalam masyarakat Oman. Mayya merepresentasikan perempuan yang terjebak dalam pernikahan yang tidak sepenuhnya dipilih, Asma memperlihatkan kepatuhan terhadap struktur sosial, sedangkan Khawla menunjukkan keberanian dalam menegosiasikan norma. Novel ini memperlihatkan bahwa modernitas membuka ruang perubahan, tetapi tidak serta-merta membebaskan Perempuan dari tradisi, patriarki dan hierarki sosial