Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Perangkat Pembelajaran IPAS melalui Media Interaktif Wayground di Kelas V-A SDN Pakis V Surabaya Elsa Wahyu Ningrum; Noviana Desiningrum; Desi Eka Pratiwi
PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology Vol. 6 No. 3 (2026): PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ijset.v6i3.6134

Abstract

Penelitian Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi lima tahapan, yaitu Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Penelitian ini bertujuan mengembangkan perangkat pembelajaran IPAS berbasis media interaktif Wayground yang valid, praktis, dan efektif. Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah 36 murid kelas V-A SDN Pakis V Surabaya. Hasil kevalidan perangkat pembelajaran menunjukkan kualitas yang sangat baik berdasarkan penilaian para ahli, dengan persentase ahli media Wayground sebesar 92% (sangat valid), ahli materi 90% (sangat valid), modul ajar 87% (sangat valid), lember evaluasi 89% (sangat valid), serta instrumen dan rubrik penilaian sebesar 80% (valid), sehingga seluruh komponen dinyatakan sangat layak digunakan. Sementara itu, kriteria kepraktisan yang diukur melalui angket respon murid memperoleh hasil sebesar 90,27% (sangat praktis) dan observasi aktivitas murid mencapai total skor 46 (sangat praktis), menandakan perangkat ini mudah dan efisien diterapkan di kelas. Dari segi keefektivan, penggunaan media Wayground berhasil meningkatkan hasil belajar murid kelas V-A secara signifikan, terlihat dari kenaikan rata-rata skor dari pretest sebesar 63,33 menjadi posttest sebesar 89,58, yang diperkuat dengan perolehan indeks N-gain sebesar 0,71 (kategori tinggi). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengembangan perangkat pembelajaran IPAS melalui media ineraktif Wayground di SDN Pakis V Surabaya terbukti valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar murid.
Exploring the Use of Natural-Material Media in Indonesian Language Learning to Enhance Children’s Creativity Suprihatien Suprihatien; Elsa Wahyu Ningrum
Belajar Bahasa: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11 No 1 (2026): Belajar Bahasa: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v11i1.4438

Abstract

This study explores how the use of natural-material media enhances children’s creativity and linguistic expression in Indonesian language learning. Employing a qualitative phenomenological approach, data were collected through classroom observations, student interviews, and documentation of creative language and art artifacts. The findings reveal that natural materials—such as leaves, twigs, stones, and sand—serve as effective learning media that stimulate sensory engagement, imagination, and collaboration. Students demonstrated higher levels of originality, persistence, and expressive language use when describing and narrating their creations compared to conventional classroom activities. These nature-based experiences fostered intrinsic motivation and emotional engagement, reflecting the principles of Self-Determination Theory and Csikszentmihalyi’s concept of flow. The study also supports constructivist and sociocultural learning perspectives, showing that creative interaction with natural materials enables students to construct meaning actively and collaboratively. Moreover, the activities promoted ecological awareness and empathy, aligning with the goals of Education for Sustainable Development (ESD). The integration of natural-material media in Indonesian language learning thus provides a holistic educational experience that unites cognitive, emotional, linguistic, and ecological dimensions. Educators are encouraged to adopt nature-based strategies to cultivate creativity, imagination, and environmental consciousness, creating meaningful language learning experiences rooted in both culture and nature.