Oenih May Sarah
Universitas Negeri Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Keterlaksanaan Model Problem Based Learning pada Pembelajaran Biologi di Kelas X SMA Negeri 1 Medan Oenih May Sarah; Widya Arwita
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.2.2025.998

Abstract

Urgensi penelitian ini untuk memastikan efektivitas pembelajaran dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan model PBL pada Materi Biologi di kelas X SMA Negeri 1 Medan. Keterlaksanaan Model PBL dilihat dari Perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi yang digunakan guru. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik purposive sampling. Desain Penelitian merupakan Kualitatif  berupa studi kasus pemilihan subjek pada penelitian menggunakan teknik purposive sampling yaitu guru biologi kelas X sebanyak 3 orang dan siswa 108 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dokumen perencanaan, seperti Modul Ajar, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), dan asesmen telah tersusun dengan cukup baik dan sesuai dengan Kurikulum Merdeka serta sintaks PBL. Namun, kelemahan ditemukan pada kelengkapan referensi, kejelasan target siswa, serta integrasi nilai karakter dan rubrik penilaian yang masih perlu diperkuat. Dalam pelaksanaannya, kelima sintaks PBL telah diimplementasikan, dengan kekuatan pada tahap orientasi masalah dan refleksi pembelajaran. Meski demikian, tahapan penyelidikan dan presentasi hasil masih belum optimal, khususnya pada pendampingan dan stimulasi berpikir kritis siswa. Evaluasi pembelajaran dilakukan secara beragam meliputi asesmen formatif, sumatif, dan autentik dengan pendekatan berbeda di setiap guru. Evaluasi telah mencakup dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik, namun penerapan penilaian sikap dan refleksi mendalam belum sepenuhnya sistematis.