Urgensi penelitian ini berangkat dari masih lemahnya kemampuan peserta didik dalam memahami konsep pesawat sederhana secara kontekstual, terutama pada materi katrol, bidang miring, dan roda berporos. Konsep yang seharusnya dekat dengan kehidupan sehari-hari sering dipahami sebatas hafalan, sehingga diperlukan pembelajaran yang mampu menghadirkan pengalaman belajar konkret, aktif, dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan edu-game Physics Adventure serta menganalisis peningkatan pemahaman konsep pesawat sederhana pada peserta didik kelas VIII UPT SMPN 2 Mattirosompe. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian yaitu 25 peserta didik kelas VIII yang sedang mempelajari materi pesawat sederhana. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, tes esai pemahaman konsep, dan dokumentasi kegiatan. Indikator keberhasilan ditetapkan pada dua aspek, yaitu proses pembelajaran minimal berada pada kategori sangat baik dengan persentase ?85%, serta hasil belajar mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 70 dengan ketuntasan klasikal minimal 85% dan didukung peningkatan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran meningkat dari 74% pada siklus I menjadi 87,9% pada siklus II menandakan kategori sangat baik. Sedangkan ketuntasan klasikal naik dari 44% menjadi 88%. Peningkatan tersebut terjadi setelah perbaikan instruksi, pembagian peran, penguatan konsep, dan pengelolaan aktivitas permainan pada siklus II. Temuan ini menunjukkan bahwa edu-game Physics Adventure dapat implementasi edu-game Physics Adventure mampu meningkatkan kualitas proses pembelajaran IPA pada materi pesawat sederhana peserta didik kelas VIII UPT SMPN 2 Mattirosompe. Pembelajaran berbasis permainan edukatif ini berhasil meningkatkan pemahaman konsep peserta didik secara signifikan.