Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Edu-Game Physics Adventure terhadap Peningkatan Pemahaman Konsep Peserta didik pada Materi Pesawat Sederhana Yusra Yusuf; Fajriyani Fajriyani
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.1.2026.1399

Abstract

Urgensi penelitian ini berangkat dari masih lemahnya kemampuan peserta didik dalam memahami konsep pesawat sederhana secara kontekstual, terutama pada materi katrol, bidang miring, dan roda berporos. Konsep yang seharusnya dekat dengan kehidupan sehari-hari sering dipahami sebatas hafalan, sehingga diperlukan pembelajaran yang mampu menghadirkan pengalaman belajar konkret, aktif, dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan edu-game Physics Adventure serta menganalisis peningkatan pemahaman konsep pesawat sederhana pada peserta didik kelas VIII UPT SMPN 2 Mattirosompe. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian yaitu 25 peserta didik kelas VIII yang sedang mempelajari materi pesawat sederhana. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, tes esai pemahaman konsep, dan dokumentasi kegiatan. Indikator keberhasilan ditetapkan pada dua aspek, yaitu proses pembelajaran minimal berada pada kategori sangat baik dengan persentase ?85%, serta hasil belajar mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 70 dengan ketuntasan klasikal minimal 85% dan didukung peningkatan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran meningkat dari 74% pada siklus I menjadi 87,9% pada siklus II menandakan kategori sangat baik. Sedangkan ketuntasan klasikal naik dari 44% menjadi 88%. Peningkatan tersebut terjadi setelah perbaikan instruksi, pembagian peran, penguatan konsep, dan pengelolaan aktivitas permainan pada siklus II. Temuan ini menunjukkan bahwa edu-game Physics Adventure dapat implementasi edu-game Physics Adventure mampu meningkatkan kualitas proses pembelajaran IPA pada materi pesawat sederhana peserta didik kelas VIII UPT SMPN 2 Mattirosompe. Pembelajaran berbasis permainan edukatif ini berhasil meningkatkan pemahaman konsep peserta didik secara signifikan.
Eksplorasi Etnokimia pada Pembuatan Dangke Sebagai Sumber Belajar IPA Berbasis Kearifan Lokal Nur Yusaerah; Fajriyani Fajriyani; Kasmawati Kasmawati; Asriani Hayatun
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (JP-IPA) Vol 7, No 03 (2026): Agustus 2026
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jp-ipa.v7i03.1492

Abstract

Exploring local knowledge through an ethnochemical approach is one strategy in integrating local wisdom into contextual science learning. This study aims to explore the ethnochemistry of Dangke making as a science learning resource based on local wisdom. This study uses a qualitative approach with an ethnographic design. The research participants were traditional Dangke makers selected purposively. The research instruments included observation guidelines, interview guidelines, and documentation sheets. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed using thematic analysis through the stages of data reduction, data presentation, drawing conclusions, and mapping the relationship between local knowledge and science concepts. The results show that the Dangke making process contains various ethnochemical concepts, including heating milk, the activity of the papain enzyme from papaya sap, protein coagulation, mixture separation, and product molding. In addition, various local terms were found that reflect the empirical knowledge of the community in each stage of Dangke making. These concepts are relevant to science materials, especially on the topics of substances and their changes, mixtures and their separation, proteins and enzymes, heat, and simple biotechnology. The results of the study indicate that the creation of Dangke has the potential to be used as a science learning resource based on local wisdom that is able to connect scientific concepts with community cultural practices, thereby supporting learning that is more contextual, meaningful, and oriented towards preserving local knowledge.