Rendahnya minat belajar murid pada materi pemanasan global menjadi tantangan dalam pembelajaran fisika karena berdampak pada rendahnya keterlibatan, motivasi, dan pemahaman konsep yang bersifat abstrak. Pembelajaran yang masih berpusat pada guru serta minimnya pemanfaatan media interaktif menyebabkan murid kurang aktif dalam mengeksplorasi konsep dan memecahkan masalah kontekstual. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran yang mampu meningkatkan minat belajar melalui pengalaman belajar yang aktif, kontekstual, dan bermakna. Penelitian ini bertujuan meningkatkan minat belajar murid pada materi pemanasan global melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) terintegrasi STEAM berbantuan PhET Simulation. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus pada April 2026 di SMA Negeri 20 Surabaya dengan subjek 36 murid kelas X-10. Data diperoleh melalui angket minat belajar dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan persentase skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan minat belajar meningkat dari 58,3% (kategori cukup) menjadi 70,8% (kategori baik) pada siklus I dan 88,4% (kategori sangat baik) pada siklus II. Keterlaksanaan pembelajaran meningkat dari 86,8% menjadi 89,9% dengan rata-rata 88,3% (kategori sangat baik). Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model PBL terintegrasi STEAM berbantuan PhET Simulation efektif meningkatkan keterlibatan, antusiasme, dan minat belajar murid pada materi pemanasan global serta mendukung pembelajaran abad ke-21.