Perempuan Pelaku UMKM pesisir memiliki peran penting dalam perekonomian daerah, namun masih menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan keuangan syariah yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik usahanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi perempuan pelaku UMKM pesisir di Madura dalam memilih produk keuangan syariah, mengidentifikasi kombinasi atribut produk yang paling disukai, serta mengetahui tingkat kepentingan masing-masing atribut dalam pengambilan keputusan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis konjoin. Data primer diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada 50 perempuan pelaku UMKM pesisir di Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Madura. Atribut yang dianalisis meliputi jenis produk, skema pembiayaan, akses layanan, dan biaya administrasi. Model conjoint menunjukkan validitas dan konsistensi yang baik dalam menggambarkan preferensi responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa biaya administrasi merupakan atribut yang paling dipertimbangkan oleh perempuan pelaku UMKM pesisir, diikuti oleh skema pembiayaan, jenis produk, dan akses layanan. Kombinasi atribut produk keuangan syariah yang paling disukai adalah pembiayaan mikro syariah dengan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) syariah, akses layanan melalui kantor cabang, serta biaya administrasi yang rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun kesesuaian skema pembiayaan syariah menjadi faktor penting, keterjangkauan biaya dan kemudahan akses tetap menjadi penentu utama dalam keputusan perempuan pelaku UMKM pesisir dalam penggunaan produk keuangan syariah. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 5 (Gender Equality), melalui penguatan inklusi keuangan Perempuan, serta SDG 8 (Decent Work and economic Growth) dalam mendukung keberlanjutan UMKM pesisir dengan merancang produk keuangan syariah yang sesuai.