Sarmadani Sarmadani
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SEJARAH DAN PROSPEK SISTEM KEUANGAN SYARIAH DI INDONESIA: TINJAUAN HISTORIS DAN NORMATIF Sitti Fatimah; Sarmadani Sarmadani; Mukhtar Lutfi; Lince Bulutoding
Currency (Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah) Vol. 5 No. 1 (2026): Currency
Publisher : LP2M AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/currency.v5i1.2170

Abstract

Perkembangan sistem keuangan syariah di Indonesia merupakan bagian dari transformasi sistem keuangan nasional yang berorientasi pada prinsip keadilan, kemitraan, transparansi, dan keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejarah perkembangan, landasan normatif, serta prospek sistem keuangan syariah di Indonesia. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber sekunder, meliputi artikel jurnal nasional dan internasional bereputasi, buku ilmiah, peraturan perundang-undangan, serta laporan resmi dari Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis melalui proses identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan sintesis terhadap literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem keuangan syariah di Indonesia berkembang secara bertahap sejak berdirinya Bank Muamalat Indonesia pada tahun 1991, kemudian mengalami penguatan melalui dukungan regulasi, inovasi kelembagaan, dan transformasi digital. Secara normatif, sistem keuangan syariah berlandaskan prinsip-prinsip syariah yang melarang riba, gharar, dan maysir serta mengedepankan mekanisme bagi hasil, keadilan, dan kemaslahatan. Prospek pengembangannya dinilai sangat besar karena didukung oleh populasi Muslim yang dominan, meningkatnya industri halal, perkembangan teknologi keuangan digital, serta komitmen pemerintah dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah. Meskipun demikian, sistem keuangan syariah masih menghadapi tantangan berupa rendahnya tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah, keterbatasan inovasi produk, serta kebutuhan akan sumber daya manusia yang kompeten. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, regulator, industri, akademisi, dan masyarakat untuk memperkuat daya saing serta mewujudkan sistem keuangan syariah yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global.
ANALISIS LINGKUNGAN INTERNAL (STRENGTH AND WEAKNESS) DALAM PERSPEKTIF SYARIAH Sarmadani Sarmadani; Murtiadi Awaluddin
Currency (Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah) Vol. 5 No. 1 (2026): Currency
Publisher : LP2M AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/currency.v5i1.2174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lingkungan internal organisasi yang meliputi kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness) dalam perspektif syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui pengumpulan dan analisis berbagai literatur ilmiah berupa buku, artikel jurnal bereputasi, dokumen resmi, serta sumber-sumber yang relevan mengenai manajemen strategis dan ekonomi syariah. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan mengkaji konsep analisis lingkungan internal berdasarkan teori manajemen strategis dan mengintegrasikannya dengan prinsip-prinsip syariah, seperti amanah, keadilan, kejujuran, profesionalisme, dan kemaslahatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan organisasi dalam perspektif syariah terletak pada kualitas sumber daya manusia yang amanah dan profesional, budaya kerja Islami, kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai Islam, kepatuhan terhadap prinsip syariah, serta penerapan sistem ekonomi yang berorientasi pada keadilan. Sebaliknya, kelemahan organisasi meliputi keterbatasan kompetensi sumber daya manusia, rendahnya inovasi dan pemanfaatan teknologi, lemahnya tata kelola dan pengawasan syariah, rendahnya literasi ekonomi syariah, serta masih adanya ketergantungan terhadap sistem ekonomi konvensional. Oleh karena itu, analisis lingkungan internal dalam perspektif syariah menjadi instrumen strategis yang mampu membantu organisasi mengoptimalkan potensi internal, memperbaiki kelemahan, meningkatkan daya saing, serta mewujudkan organisasi yang profesional, berintegritas, berkelanjutan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
The Concept of General Balance and Efficiency in Sharia Economics Sarmadani Sarmadani; Muslimin Kara; Rahmawati Muin
Molang: Journal Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2026): Molang: Journal Islamic Education
Publisher : LP2M IAI AL-KHAIRAT PAMEKASSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jm.v4i2.2206

Abstract

The concept of general balance and efficiency is an important element in the economic system because it is related to the optimization of resource allocation and the creation of community welfare. However, conventional economic approaches that are oriented towards market efficiency and profit maximization are considered not fully able to realize distributive justice, thus giving rise to various problems such as income inequality, speculation, and economic instability. This research aims to analyze the concept of general balance and efficiency in the perspective of sharia economics and explain its implementation in building a fair and sustainable economic system. The research uses a qualitative approach with the library research method. Data was obtained from various secondary sources in the form of scientific journals, books, regulations, and documents relevant to sharia economics, then analyzed using content analysis techniques. The results of the study show that the concept of general equilibrium in the Islamic economy is not only oriented towards the balance between demand and supply, but also emphasizes the principles of justice ('adl), benefits (maslahah), equitable distribution of wealth, and the linkage between the financial sector and the real sector. Efficiency in the sharia economy is not solely measured by the achievement of economic benefits, but also by the system's ability to realize social welfare, maintain economic stability, and fulfill sharia goals (maqashid sharia). Thus, sharia economics offers a more comprehensive approach in creating economic balance and efficiency that is oriented towards sustainability and the benefit of society.