Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu imbibisi dan dosis atonik pada perendaman benih terimbibisi terhadap perkecambahan dan pertumbuhan bibit asam, serta memperoleh waktu imbibisi dan dosis atonik yang optimal. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Sasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara dari bulan Juni hingga Juli 2025. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah waktu imbibisi yang terdiri dari 24 jam, 48 jam, dan 72 jam. Faktor kedua adalah dosis atonik yang terdiri dari 1 mL/L, 2 mL/L, dan 3 mL/L. Parameter yang diamati meliputi laju perkecambahan, tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, berat segar akar dan tajuk, berat kering akar, serta berat kering tajuk dan rasio tajuk akar. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis atonik berpengaruh nyata terhadap laju perkecambahan dan berat kering tajuk bibit asam, sedangkan waktu imbibisi tidak menunjukkan pengaruh nyata pada sebagian besar parameter. Terdapat interaksi antara waktu imbibisi dan aplikasi atonik pada parameter tinggi tanaman, dan berat kering akar. Dosis atonik 3 mL/L merupakan konsentrasi paling efektif dalam meningkatkan laju perkecambahan (8,333), serta berat kering tajuk (0,72467). Waktu imbibisi 24, 48, dan 72 jam tidak menunjukkan perbedaan signifikan, mengindikasikan ketiga waktu tersebut relatif optimal untuk proses imbibisi benih asam. Kombinasi dosis atonik 2 mL/L dengan perendaman 72 jam menghasilkan tinggi tanaman terbaik (23,300), serta kombinasi dosis atonik 1 mL/L dengan waktu imbibisi 72 jam menghasilkan panjang akar terbaik (32,140) dan kombinasi dosis atonik 3 mL/L dengan perendaman 24 jam dan 48 jam menghasilkan berat kering akar tertinggi. Disarankan menggunakan atonik 3 mL/L untuk perendaman benih asam guna meningkatkan perkecambahan dan pertumbuhan bibit