Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh permisif orang tua dengan motivasi belajar siswa SMP yang berisiko putus sekolah di Desa Ranto Panjang, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal. Latar belakang penelitian didasarkan pada fenomena tingginya risiko putus sekolah yang diduga berkaitan dengan rendahnya motivasi belajar akibat penerapan pola asuh permisif, yaitu pengasuhan dengan kebebasan tanpa batas dan minim pengawasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian berjumlah 182 siswa SMP, sedangkan sampel diambil secara purposive sebanyak 28 siswa yang memenuhi kriteria risiko putus sekolah. Data dikumpulkan menggunakan angket tertutup untuk mengukur pola asuh permisif (40 item) dan motivasi belajar (40 item), serta dianalisis melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, linearitas, dan korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh permisif berada pada kategori sedang hingga tinggi pada mayoritas responden, sedangkan motivasi belajar cenderung sedang hingga rendah. Uji hipotesis menghasilkan koefisien korelasi r = -0,615 dengan signifikansi 0,001 ( 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan negatif yang kuat dan signifikan antara pola asuh permisif dan motivasi belajar. Artinya, semakin tinggi tingkat pola asuh permisif yang diterapkan orang tua, semakin rendah motivasi belajar siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya peran orang tua dalam menerapkan pola asuh yang seimbang agar dapat meningkatkan motivasi belajar dan mencegah risiko putus sekolah.