Elmatiara Sari Pulungan
Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN POLA ASUH PERMISIF DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA BERESIKO PUTUS SEKOLAH DI SMP NEGERI 2 MUARA BATANG GADIS Elmatiara Sari Pulungan; Asmaryadi Asmaryadi; Sukatno Sukatno
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 11, No 3 (2026): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - MARET 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2026.v11i3.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh permisif orang tua dengan motivasi belajar siswa SMP yang berisiko putus sekolah di Desa Ranto Panjang,  Kecamatan  Muara  Batang  Gadis,  Kabupaten  Mandailing  Natal.  Latar belakang penelitian didasarkan pada fenomena tingginya risiko putus sekolah yang diduga  berkaitan  dengan  rendahnya  motivasi  belajar  akibat  penerapan  pola  asuh permisif, yaitu pengasuhan dengan kebebasan tanpa batas dan minim pengawasan. Penelitian  ini  menggunakan  pendekatan  kuantitatif  dengan  metode  korelasional. Populasi penelitian berjumlah 182 siswa SMP, sedangkan sampel diambil secara purposive sebanyak 28 siswa yang memenuhi kriteria risiko putus sekolah. Data dikumpulkan menggunakan angket tertutup untuk mengukur pola asuh permisif (40 item) dan motivasi belajar (40 item), serta dianalisis melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas,  linearitas,  dan  korelasi  Pearson  Product  Moment.  Hasil  penelitian menunjukkan bahwa pola asuh permisif berada pada kategori sedang hingga tinggi pada  mayoritas  responden,  sedangkan  motivasi  belajar  cenderung  sedang  hingga rendah. Uji hipotesis menghasilkan koefisien korelasi r = -0,615 dengan signifikansi 0,001 ( 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan negatif yang kuat dan signifikan antara pola asuh permisif dan motivasi belajar. Artinya, semakin tinggi tingkat pola asuh permisif yang diterapkan orang tua, semakin rendah motivasi belajar siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya peran orang tua dalam menerapkan pola asuh yang seimbang  agar  dapat  meningkatkan  motivasi  belajar  dan  mencegah  risiko  putus sekolah.