Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Ejaan dan Kelogisan Kalimat pada Judul Video Clickbait di YouTube Indonesia Nafil Rizq Trianto; Ammar Kamil Al-Abror; Augis Dinanti; Khairany Zuhriyyah Jinan Hsb
MUARA PENDIDIKAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora Vol. 2 No. 3 (2026): MURADIK
Publisher : CV MUARA EDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/muradik.v2i3.333

Abstract

Perkembangan media digital telah mengubah pola konsumsi informasi masyarakat secara signifikan, khususnya melalui YouTube sebagai platform audiovisual dominan di Indonesia. Penelitian ini menganalisis penyimpangan ejaan dan ketidaklogisan kalimat pada judul video clickbait di YouTube Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan dari judul-judul video trending di platform YouTube regional Indonesia melalui teknik observasi, dokumentasi, dan catat. Analisis data dilakukan menggunakan model kualitatif interaktif yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan empat bentuk manipulasi linguistik utama: (1) ejaan modifikatif melalui penggunaan huruf kapital penuh dan tanda baca berlebihan; (2) penyimpangan sintaksis berupa struktur kalimat tidak lengkap atau sengaja digantung; (3) diksi provokatif yang menggunakan kosakata bermuatan emosional seperti "viral," "terbongkar," dan "geger"; serta (4) gaya bahasa hiperbola dan inflammatory. Elemen-elemen linguistik tersebut dikonstruksi secara sengaja untuk mengeksploitasi rasa penasaran psikologis dan memicu perilaku klik pengguna. Namun, dalam jangka panjang, ketidaksesuaian antara judul sensasional dan isi video yang sesungguhnya berkontribusi pada menurunnya kepercayaan publik terhadap ruang informasi digital. Penelitian ini menegaskan pentingnya literasi media digital dalam mengenali dan mengevaluasi secara kritis praktik bahasa clickbait.
Pemodelan Deterministic Finite Automata (DFA) pada Sistem Kontrol Mesin Cuci Mandiri (Coin Laundry) Akbar Alif Haikal; Zulfahmi Indra; Melika Debiyana Putri; Ammar Kamil Al-Abror
Teknik: Jurnal Ilmu Teknik dan Informatika Vol. 6 No. 2 (2026): Oktober: Teknik: Jurnal Ilmu Teknik dan Informatika
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi - Studi Ekonomi Modern

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/teknik.v6i2.1275

Abstract

This study aims to model and simulate the control system of a coin-operated self-service washing machine using a formal Deterministic Finite Automata approach. Along with the rapid growth of the laundry industry in urban areas, the reliability of the machine's control logic is a crucial aspect to ensure consistent, safe, and unambiguous operations. DFA is chosen as the modeling foundation because its deterministic nature guarantees that every pair of state and input has exactly one subsequent state, making it highly ideal for hardware control systems. The DFA model in this study is mathematically defined as a five-tuple consisting of nine states, ranging from the ready condition to completion, ten input symbols encompassing user actions and internal timer signals, and fifteen clearly defined transition rules. The system supports three washing program variations: a quick program, a normal program, and an intensive program, which are uniquely converged into a single sequential phase flow comprising washing, rinsing, and spinning. To verify the model, this study implements an interactive web-based simulation using pure web programming technologies, equipped with state transition diagram visualization and real-time event logging. Scenario-based testing was conducted through eight comprehensive test cases, covering normal flows, cancellation mechanisms with coin refunds, and rejection of invalid inputs. The test results validate that all transitions operate according to specifications, the reset mechanism functions optimally, and the final state can only be reached after the washing cycle is fully completed. In conclusion, this model proves to be an effective, structured, and verifiable formal framework, which is not only relevant as a learning medium for automata theory but also as a solid logical foundation for the future development of microcontroller-based or Internet of Things automatic machine control systems.