Mohammad Khusnul Hamdani
Institut Studi Islam Muhammadiyah Pacitan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMANFAATAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI ERA 5.0 Yusroh Alquriyah; Mohammad Khusnul Hamdani
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 10 No. 1 (2026): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tajdid.v10i1.7187

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana teknologi digital digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di Era 5.0, di mana teknologi dan kehidupan manusia terpadu dengan lebih cerdas, efektif, dan berfokus pada kebutuhan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara mengamati, berbicara langsung, dan mencatat berbagai dokumen agar bisa memperoleh gambaran yang lengkap mengenai penggunaan teknologi digital dalam kegiatan belajar mengajar. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi digital, seperti platform belajar online, media pembelajaran interaktif, dan berbagai aplikasi pendidikan, dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran, memperluas akses ke sumber belajar, serta meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa. Selain itu, teknologi digital juga membantu guru dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proses belajar mengajar dengan cara yang lebih kreatif dan fleksibel. Namun, penerapan teknologi digital masih mengalami beberapa hambatan, seperti kurangnya fasilitas infrastruktur, perbedaan tingkat kemampuan menggunakan teknologi, serta kesiapan tenaga manusia. Sebab itu, perlu kerja sama bersama antara lembaga pendidikan, guru, murid, dan pemerintah dalam meningkatkan kemampuan digital dan menyediakan fasilitas serta sarana yang cukup. Dengan begitu, penggunaan teknologi digital di Era 5.0 bisa menjadi cara yang tepat untuk meningkatkan mutu pembelajaran yang lebih kreatif, ramah semua kalangan, dan fokus pada pengembangan kemampuan yang dibutuhkan di abad ke-21
Digital Project Based Learning in Islamic Religious Education Using Canva on Halal and Haram Topics for Sixth-Grade Students at SD Alam Pacitan Kristadi Tulistianto; Mohammad Khusnul Hamdani
The Future of Education Journal Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v5i2.1899

Abstract

This study aims to examine the implementation of digital project-based Islamic Religious Education (IRE) learning using the Canva application on the topic of halal and haram for sixth-grade students at SD Alam Pacitan and to analyze its effectiveness in enhancing students' conceptual understanding and engagement during the learning process. Islamic Religious Education is commonly delivered through conventional lecture-based methods, resulting in limited student interest and passive classroom participation. Therefore, instructional innovation is needed to foster active learning, one of which is the implementation of the Project-Based Learning (PjBL) model supported by the Canva application. This study employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through classroom observations, questionnaires, and documentation and were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that digital project-based Islamic Religious Education learning using Canva is reasonably effective in improving students' understanding and engagement throughout the learning process. The use of Canva as a learning medium also enhances students' digital literacy and technological skills. However, several challenges were identified, including reduced student focus and discipline during project activities, as well as unstable internet connectivity, which may hinder the effectiveness of technology-supported learning.