This Author published in this journals
All Journal THE COMMERCIUM
Adinda Safira Devi
Universitas Negeri Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

REPRESENTASI SIMBOL PERLAWANAN ONE PIECE PADA DEMONSTRASI DI DPR DALAM FOTO PEMBERITAAN KOMPAS.COM (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES) Adinda Safira Devi; Eko Pamuji
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh penggunaan budaya populer Bendera Jolly Roger Kru Topi Jerami yang ramai digunakan sebagai instrumen politik oleh generasi muda selama Demonstrasi di depan Gedung DPR pada Agustus 2025. Portal media Kompas.com menjadi salah satu media yang rutin mempublikasi terkait kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana struktur tanda visual dan verbal dikonstruksi oleh media serta bagaimana makna konotatif dan mitos yang ada dibalik pemberitaan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan model analisis semiotika Roland Barthes, khususnya pada sistem pemaknaan dua tahap (Two-Order of Signification). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melalui jepretan foto yang dihadirkan, Kompas.com berhasil mengomunikasikan lima lapis makna konotatif dari bendera Jolly Roger di lapangan, yaitu, sebagai simbol penaklukan batas kekuasaan dan solidaritas cair, sebagai jembatan legitimasi gerakan demonstrasi lewat keterlibatan tokoh pemuda, sebagai media ekspresi nasionalisme kritis yang mempertemukan nilai kebangsaan dengan spirit kebebasan, sebagai representasi ketahanan epik sekaligus persilangan kelas bersama serikat buruh dan sebagai legitimasi barometer Gerakan mahasiswa UI. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kompas.com memanfaatkan kekuatan gambar (image power) dari bendera Jolly Roger untuk merawat energi pergerakan rakyat agar tetap bergaung di lanskap digital nasional, sekaligus menunjukkan keberpihakan tersirat media terhadap nilai-nilai kebebasan dan demokrasi.