Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Trends in Marketing Communication: Strategic Influencer Marketing for Sustainable Presence Irene Silviani; Eko Pamuji; Meithiana Indrasari
Jurnal Komunikasi Profesional Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jkp.v10i1.11927

Abstract

This article investigates contemporary trends in marketing communication by focusing on strategic influencer marketing as a communicative practice for sustaining brand presence in digital environments. Drawing on a communication studies perspective, the study analyzes how meanings, relationships, and credibility are co-constructed among brands, intermediaries, and audiences witplatformizeder ecosystems. The research employs a qualitative design using semi-structured interviews with three KOL specialists, one marketing agency officer, two café owners, and five micro and nano influencers, capturing the interaction between institutional actors and everyday content creators. The findings indicate that sustainable presence in influencer-based communication is shaped by three interrelated dynamics: discursive alignment between brand and influencer values, ongoing dialogic engagement with audiences, and flexible collaboration formats responsive to platform-specific cultures. Micro and nano influencers emerge as particularly salient in cultivating intimate, niche communities and reinforcing trust-based, peer-like communication with followers. The study argues that influencer marketing should be understood not merely as a promotional technique but as a relational communication strategy that integrates branding, mediated interpersonal interaction, and community building. These insights extend debates on digital marketing communication and offer implications for practitioners and scholars concerned with strategic, sustainable communication in platformized media environments
Analisis Penggunaan Teknik Editing J-Cut dan L-Cut dalam Membangun Kontinuitas Naratif pada Film Dokumenter “Panggung Wandu”. Akhdaan Arrafi Hadi; Eko Pamuji
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.77921

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan teknik editing J-Cut dan L-Cut dalam membangun kontinuitas naratif serta menciptakan transisi yang halus pada film dokumenter Panggung Wandu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis film, di mana data diperoleh melalui observasi terhadap adegan-adegan yang menunjukkan penggunaan kedua teknik tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik J-Cut dan L-Cut berperan penting dalam menjaga keterhubungan antara elemen audio dan visual, sehingga mampu menciptakan alur yang mengalir dan tidak terasa terputus. Selain itu, penggunaan kedua teknik ini juga berkontribusi dalam membangun pengalaman menonton yang lebih halus serta menjaga keselarasan estetika dalam film. Dengan demikian, teknik editing tidak hanya berfungsi sebagai aspek teknis, tetapi juga sebagai strategi dalam membentuk kontinuitas naratif dan kualitas penyajian dalam film dokumenter.
Peran Produser dalam Manajemen Produksi pada Tahapan Pra-Produksi hingga Pasca-Produksi Film Dokumenter "Panggung Wandu" Rahmat Aditya Putra; Eko Pamuji
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.77956

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran produser dalam manajemen produksi film dokumenter “Panggung Wandu” pada tahapan pra-produksi, produksi, hingga pasca-produksi. Film dokumenter ini mengangkat tema kesenian ludruk dengan fokus pada eksistensi dan pemaknaan karakter wandu sebagai identitas khas dalam tradisi pertunjukan ludruk Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui pencatatan proses kegiatan produksi secara langsung serta dokumentasi berupa jadwal syuting dan rancangan anggaran. Hasil penelitian menunjukan bahwa produser menjalankan peran yang bersifat menyeluruh di setiap tahapan. Pada pra-produksi, produser membangun fondasi film melalui pengelolaan riset, pemilihan narasumber, penyusunan jadwal, dan perencanaan anggaran. Pada tahap produksi, produser menjalankan fungsi koordinasi dan pengawasan lapangan untuk menjaga konsistensi narasi, efektivitas waktu, serta kendali anggaran. Pada tahap pasca-produksi, produser mengawasi proses editing, menentukan strategi publikasi, dan melindungi aset film. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen produksi yang terstruktur dan adaptif merupakan kunci keberhasilan film dokumenter dalam mewujudkan tujuan komunikasi sekaligus pelestarian budaya lokal.  
Strategi Pengembangan Data Riset menjadi Narasi Alur Dramatik dalam Penulisan Naskah Film Dokumenter "Panggung Wandu" Fauzyaur Rahma Trisnani; Eko Pamuji
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.77957

Abstract

Penelitian ini membahas tentang strategi pengembangan data riset menjadi narasi alur dramatik dalam penulisan naskah film dokumenter “Panggung Wandu”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, yang mana sejalan dengan tujuan penelitian ini yaitu, mendeskripsikan bagaimana proses transformasi data riset menjadi narasi dramatik dalam film dokumenter. Data diperoleh melalui studi literatur mengenai sejarah Ludruk, observasi lapangan terhadap ekosistem kesenian Ludruk di Jawa Timur untuk memotret realitas secara langsung, serta wawancara mendalam dengan narasumber, termasuk para praktisi dan pemeran wandu. Hasil penelitian menunjukkan transformasi data riset menjadi naskah melewati empat tahap: (1) reduksi data lapangan, (2) penentuan sudut pandang objektif, (3) penyusunan struktur dramatik empat babak, dan (4) perumusan treatment naskah sebagai panduan produksi tim dan jembatan pemahaman penonton.
REPRESENTASI SIMBOL PERLAWANAN ONE PIECE PADA DEMONSTRASI DI DPR DALAM FOTO PEMBERITAAN KOMPAS.COM (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES) Adinda Safira Devi; Eko Pamuji
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh penggunaan budaya populer Bendera Jolly Roger Kru Topi Jerami yang ramai digunakan sebagai instrumen politik oleh generasi muda selama Demonstrasi di depan Gedung DPR pada Agustus 2025. Portal media Kompas.com menjadi salah satu media yang rutin mempublikasi terkait kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana struktur tanda visual dan verbal dikonstruksi oleh media serta bagaimana makna konotatif dan mitos yang ada dibalik pemberitaan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan model analisis semiotika Roland Barthes, khususnya pada sistem pemaknaan dua tahap (Two-Order of Signification). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melalui jepretan foto yang dihadirkan, Kompas.com berhasil mengomunikasikan lima lapis makna konotatif dari bendera Jolly Roger di lapangan, yaitu, sebagai simbol penaklukan batas kekuasaan dan solidaritas cair, sebagai jembatan legitimasi gerakan demonstrasi lewat keterlibatan tokoh pemuda, sebagai media ekspresi nasionalisme kritis yang mempertemukan nilai kebangsaan dengan spirit kebebasan, sebagai representasi ketahanan epik sekaligus persilangan kelas bersama serikat buruh dan sebagai legitimasi barometer Gerakan mahasiswa UI. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kompas.com memanfaatkan kekuatan gambar (image power) dari bendera Jolly Roger untuk merawat energi pergerakan rakyat agar tetap bergaung di lanskap digital nasional, sekaligus menunjukkan keberpihakan tersirat media terhadap nilai-nilai kebebasan dan demokrasi.
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN DALAM MENJALANKAN BISNIS MEDIA RADIO DI ERA DIGITAL (STUDI KASUS RADIO SUARA SURABAYA) Berlian Ike Wulandari; Eko Pamuji
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81354

Abstract

Perkembangan teknologi digital membawa perubahan pada industri media radio di Indonesia yang menumbuhkan tantangan tersendiri bagi stasiun-stasiun radio berupa adanya tekanan bisnis hingga berakibat pada penghentian operasional. Di tengah kondisi ini, Radio Suara Surabaya menjadi salah satu radio swasta di Surabaya menunjukkan positioning yang baik berdasarkan loyalitas pendengar serta kebertahanan bisnis medianya di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran yang diimplementasikan oleh Radio Suara Surabaya dalam menjalankan bisnis media di era digital dengan menggunakan pendekatan kualitatif, metode studi kasus, melalui wawancara medalam, serta teori Integrated Marketing Communication (IMC) sebagai pisau analisis. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Radio Suara Surabaya mengimplementasikan enam elemen IMC yang paling dominan diterapkan oleh Radio Suara Surabaya, yaitu advertising, event and experience, public relations, interactive marketing, personal selling, dan word of mouth. Dari aktivitas strategi komunikasi pemasaran yang telah dilakukan, penelitian ini juga menemukan bahwa kondisi loyalitas pendengar cenderung stabil, namun pada dasarnya bisnis media radio tetap mengalami tekanan dikarenakan pergeseran daya konsumsi iklan yang bergeser pada platform digital seperti pada influencer dan KOL
Analisis Strategi Media Sosial Akun Tiktok @Tirtacipeng Sebagai Media Komunikasi Kesehatan Muh. Fariduddin Attar; Eko Pamuji
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81361

Abstract

Platform media sosial TikTok, telah berkembang menjadi salah satu sarana penyebaran informasi kesehatan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi yang diterapkan akun TikTok @tirtacipeng dalam menyampaikan informasi kesehatan berdasarkan Teori 4 Pilar Strategi Media Sosial yang dikemukakan oleh Lon Safko dan David K. Brake, yakni komunikasi, kolaborasi, edukasi, dan hiburan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi. Data diperoleh melalui observasi dan dokumentasi terhadap konten video yang diunggah pada akun TikTok @tirtacipeng selama periode Oktober 2025 hingga April 2026. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat pilar strategi media sosial telah diterapkan dalam penyampaian informasi kesehatan. Pilar edukasi menjadi pilar yang paling dominan dengan 26 konten, diikuti pilar komunikasi sebanyak 20 konten, pilar kolaborasi sebanyak 10 konten, dan pilar hiburan sebanyak 7 konten. Dominasi pilar edukasi menunjukkan bahwa akun @tirtacipeng berfokus pada penyampaian informasi kesehatan yang informatif, mudah dipahami, dan didukung referensi ilmiah. Sementara itu, pilar komunikasi, kolaborasi, dan hiburan berperan dalam meningkatkan keterlibatan audiens, memperluas jangkauan informasi, serta membuat pesan kesehatan lebih menarik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan keempat pilar strategi media sosial secara terpadu menjadikan akun TikTok @tirtacipeng sebagai media komunikasi kesehatan yang efektif dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat.  
Strategi Komunikasi Pemasaran Berittajatim.com Dalam Mempertahankan Operasionalnya Sebagai Media Siber Hesti Yogiyanti; Eko Pamuji
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81374

Abstract

Perkembangan media siber mendorong perusahaan media untuk memiliki strategi komunikasi pemasaran yang efektif agar mampu bertahan di tengah persaingan industri digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi pemasaran Beritajatim.com dalam mempertahankan operasionalnya sebagai media siber. Fokus penelitian diarahkan pada penerapan Integrated Marketing Communication (IMC) dalam mendukung keberlanjutan media. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi kepada pihak internal Beritajatim.com yang terlibat dalam pengelolaan redaksi, pemasaran, dan media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Beritajatim.com menerapkan delapan elemen Integrated Marketing Communication (IMC), yaitu advertising, sales promotion, public relations, direct marketing, personal selling, event and experiences, interactive marketing, dan word of mouth. Strategi tersebut dijalankan melalui pemanfaatan website, media sosial, advertorial, kerja sama dengan klien, event, serta komunikasi langsung dengan mitra. Temuan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan operasional media siber tidak hanya bergantung pada produksi berita, tetapi juga pada kemampuan media membangun relasi bisnis, menjaga kredibilitas, dan memanfaatkan kanal digital secara terintegrasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan Integrated Marketing Communication (IMC) membantu Beritajatim.com mempertahankan operasionalnya sebagai media siber. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan pendekatan kuantitatif atau mixed methods agar efektivitas setiap elemen Integrated Marketing Communication (IMC) dapat diukur secara lebih mendalam.
Youth Representation and Generational Solidarity in SEVENTEEN's Music Video Titled 'Cheers To Youth' Alifia Subrata; Eko Pamuji
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81445

Abstract

Masa muda merupakan fase transisi yang sering kali diwarnai oleh berbagai tantangan, seperti tekanan akademik, tuntutan sosial, kebingungan dalam menentukan arah hidup, hingga pengalaman Quarter-Life Crisis. Sebagai media yang merepresentasikan realitas sosial, video musik tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menyampaikan pesan melalui berbagai tanda visual yang dapat dimaknai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi masa muda dan solidaritas generasi dalam video musik Cheers to youth karya SEVENTEEN menggunakan semiotika Charles Sanders Peirce. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivisme. Data penelitian diperoleh melalui observasi terhadap adegan-adegan dalam video musik yang merepresentasikan masa muda dan solidaritas generasi, kemudian dianalisis menggunakan konsep Sign, Object, dan Interpretant. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi masa muda dibangun melalui berbagai tanda visual, seperti robot, panggilan telepon anonim, ruang pribadi yang berantakan, pet rock, dan meerkat yang merepresentasikan tekanan emosional, kecemasan, keterasingan, serta pencarian makna yang dialami generasi muda pada fase Quarter-Life Crisis. Sementara itu, representasi solidaritas generasi ditunjukkan melalui kehadiran TinyIssue Club sebagai ruang aman (safe space) yang menghadirkan dukungan emosional, rasa saling memahami, dan kebersamaan antarsebaya dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Melalui representasi tersebut, video musik Cheers to youth menggambarkan bahwa pengalaman masa muda tidak selalu harus dihadapi secara individual, melainkan dapat dilalui melalui dukungan dan solidaritas antarsebaya.
REPRESENTASI MASKULINITAS DINO SEVENTEEN SEBAGAI BRAND AMBASSADOR DALAM IKLAN PRODUK SKINCARE AZARINE PADA PLAFORM INSTAGRAM Muhammad Fadhil Fikri Ramdani; Eko Pamuji
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81477

Abstract

Kolaborasi brand skincare lokal Azarine dengan Dino Seventeen, idol pria asal Korea Selatan, sebagai brand ambassador menghadirkan fenomena menarik karena secara historis produk perawatan kulit identik dengan citra feminin, sementara maskulinitas tradisional menekankan kekuatan fisik dan dominasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui representasi maskulinitas Dino Seventeen sebagai brand ambassador dalam iklan produk skincare Azarine pada platform Instagram. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes melalui tiga tingkat pemaknaan: denotasi, konotasi, dan mitos. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan studi pustaka terhadap 16 unggahan feeds Instagram @Azarinecosmeticofficial periode September 2025 hingga Mei 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara denotatif, Dino ditampilkan dengan kondisi kulit bersih dan terhidrasi, ekspresi ramah, serta pose terbuka dan percaya diri berdampingan dengan produk Azarine. Secara konotatif, elemen-elemen tersebut memaknai Dino sebagai pria modern yang merawat diri tanpa kehilangan identitas maskulinnya. Pada tingkat mitos, unggahan tersebut menaturalisasi gagasan bahwa penggunaan skincare merupakan bagian sah dari identitas dan gaya hidup pria kontemporer, bukan sesuatu yang bertentangan dengan maskulinitas. Disimpulkan bahwa Dino berfungsi sebagai tanda simbolik yang memperluas citra Azarine kepada konsumen pria sekaligus merekonstruksi makna maskulinitas modern melalui media visual Instagram.