This Author published in this journals
All Journal THE COMMERCIUM
Elfrida Kumala Widyadhana
Universitas Negeri Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

REPRESENTASI INTENSIVE MOTHERING PADA TOKOH SOO-AH DALAM FILM BE WITH YOU (2018): ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES Elfrida Kumala Widyadhana; Putri Aisyiyah Rachma Dewi
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81186

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana representasi intensive mothering pada tokoh Soo-Ah dalam film Be With You (2018). Ideologi intensive mothering yang dikemukakan Sharon Hays (1996) menempatkan ibu sebagai penanggung jawab utama pengasuhan anak yang bersifat child-centered, labor-intensive, emotionally absorbing, expert-guided, dan financially expensive. Film Korea Selatan dipilih sebagai objek kajian mengingat tingginya konsumsi budaya populer Korea (Hallyu) di Indonesia yang berpotensi memperkuat resonansi ideologi keibuan tersebut dengan konstruksi ibuisme yang telah mengakar dalam masyarakat Indonesia. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif deskriptif serta metode analisis semiotika Roland Barthes yang membedah tanda melalui tiga tahap pemaknaan, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Data primer diperoleh melalui observasi dan dokumentasi terhadap enam adegan terpilih secara purposive sampling yang menampilkan tokoh Soo-Ah, dengan teknik keabsahan data berupa peer debriefing dan analisis data model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari lima ciri intensive mothering menurut Hays, tiga di antaranya terbukti secara konsisten direpresentasikan melalui tokoh Soo-Ah, yaitu child-centered, labor-intensive, dan emotionally absorbing. Ketiga indikator tersebut dibangun secara berlapis melalui elemen sinematik seperti wardrobe, pencahayaan, sudut pengambilan gambar, dan dialog, yang secara kumulatif menaturalisasi pengabdian ibu sebagai identitas utama perempuan, diperkuat oleh penghapusan identitas personal Soo-Ah sejalan dengan konsep the Other dan immanence dari Simone de Beauvoir.