Perkembangan teknologi digital telah melahirkan fenomena homeless media yakni media alternatif yang beroperasi sepenuhnya melalui platform media sosial tanpa infrastruktur redaksi. Di tengah keterbatasan media arus utama dalam jangkauan informasi hiperlokal yang dibutuhkan masyarakat urban sehari-hari, homeless media hadir mengisi celah tersebut dengan mengandalkan partisipasi aktif komunitas sebagai tulang punggung operasionalnya. Akun Instagram @informasiseputarsemarang merupakan salah satu representasi homeless media yang menarik untuk dikaji karena kemampuannya bertahan dan berkembang meski dikelola secara independen tanpa dukungan institusi formal dengan tipologi konten sesuai kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pengelolaan media sosial akun @informasiseputarsemarang sebagai homeless media ditinjau melalui teori 4C Chris Heuer mencakup elemen Context, Communication, Collaboration, dan Connection, menggunakan metode penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan lima informan yang dipilih secara purposive sampling. Data dianalisis menggunakan teknik triangulasi sumber untuk memastikan keabsahan temuan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun @informasiseputarsemarang menerapkan pengelolaan media sosial melalui elemen 4C secara konsisten dalam operasional akunnya. Elemen context diwujudkan melalui pengemasan konten berbasis kebutuhan masyarakat dengan bahasa inklusif dan kecepatan penyebaran informasinya. Elemen communication dijalankan melalui praktik listening, responding, dan growing yang aktif dan responsif. Elemen collaboration terwujud melalui tiga lapisan kolaborasi yakni institusi, sesama homeless media, dan warga sebagai kontributor organik. Elemen Connection dibangun melalui keterhubungan yang berkelanjutan antara pengelola dan komunitas. Penerapan keempat elemen ini menjadikan akun @informasiseputarsemarang sebagai media alternatif hiperlokal yang efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat Kota Semarang.