This Author published in this journals
All Journal THE COMMERCIUM
Muhammad Fadhil Fikri Ramdani
Universitas Negeri Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

REPRESENTASI MASKULINITAS DINO SEVENTEEN SEBAGAI BRAND AMBASSADOR DALAM IKLAN PRODUK SKINCARE AZARINE PADA PLAFORM INSTAGRAM Muhammad Fadhil Fikri Ramdani; Eko Pamuji
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81477

Abstract

Kolaborasi brand skincare lokal Azarine dengan Dino Seventeen, idol pria asal Korea Selatan, sebagai brand ambassador menghadirkan fenomena menarik karena secara historis produk perawatan kulit identik dengan citra feminin, sementara maskulinitas tradisional menekankan kekuatan fisik dan dominasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui representasi maskulinitas Dino Seventeen sebagai brand ambassador dalam iklan produk skincare Azarine pada platform Instagram. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes melalui tiga tingkat pemaknaan: denotasi, konotasi, dan mitos. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan studi pustaka terhadap 16 unggahan feeds Instagram @Azarinecosmeticofficial periode September 2025 hingga Mei 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara denotatif, Dino ditampilkan dengan kondisi kulit bersih dan terhidrasi, ekspresi ramah, serta pose terbuka dan percaya diri berdampingan dengan produk Azarine. Secara konotatif, elemen-elemen tersebut memaknai Dino sebagai pria modern yang merawat diri tanpa kehilangan identitas maskulinnya. Pada tingkat mitos, unggahan tersebut menaturalisasi gagasan bahwa penggunaan skincare merupakan bagian sah dari identitas dan gaya hidup pria kontemporer, bukan sesuatu yang bertentangan dengan maskulinitas. Disimpulkan bahwa Dino berfungsi sebagai tanda simbolik yang memperluas citra Azarine kepada konsumen pria sekaligus merekonstruksi makna maskulinitas modern melalui media visual Instagram.