This Author published in this journals
All Journal THE COMMERCIUM
Reyhana Putri Wiedaningtyas
Universitas Negeri Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Adaptasi Komunikasi Antarbudaya Mahasiswa Indonesia Dalam Menghadapi Keanekaragaman Budaya Di Universiti Utara Malaysia Reyhana Putri Wiedaningtyas; Muhammad Hilmy Aziz
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81488

Abstract

Keberagaman budaya dalam pendidikan internasional menuntut mahasiswa mampu beradaptasi dengan perbedaan bahasa, nilai, dan pola komunikasi di negara tujuan. Universiti Utara Malaysia (UUM) sebagai kampus multikultural menjadi ruang interaksi antarbudaya bagi mahasiswa dari berbagai negara. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi adaptasi komunikasi antarbudaya mahasiswa Indonesia serta menganalisisnya berdasarkan tahapan stress–adaptation–growth pada program pertukaran pelajar semester kedua tahun 2024/2025 di UUM. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi hermeneutik Gadamer. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik Miles dan Huberman (2014), sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses adaptasi berlangsung sesuai Teori Adaptasi Lintas Budaya Young Yun Kim (2001). Pada tahap stress, mahasiswa menghadapi hambatan bahasa, perbedaan norma budaya, dan kesalahpahaman komunikasi. Pada tahap adaptation, mereka menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa penghubung, membangun relasi lintas budaya, mempelajari budaya lokal, serta aktif dalam kegiatan akademik dan sosial. Pada tahap growth, mahasiswa mengalami peningkatan kompetensi komunikasi antarbudaya, kepercayaan diri, toleransi, dan kemampuan berinteraksi dalam lingkungan multikultural. Penelitian ini menyimpulkan bahwa adaptasi komunikasi antarbudaya tidak hanya mendukung penyesuaian diri di lingkungan baru, tetapi juga mengembangkan kompetensi komunikasi yang bermanfaat bagi kehidupan akademik dan profesional.