Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Komunikasi bencana melalui game interaktif: solusi kreatif untuk meningkatkan kesadaran risiko dalam upaya mitigasi bencana Muhammad Hilmy Aziz
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30554

Abstract

Abstrak Komunikasi bencana merupakan aspek krusial dalam upaya mitigasi dan respons terhadap bencana, terutama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko serta tindakan yang harus diambil. Seiring perkembangan teknologi, pendekatan inovatif seperti game interaktif mulai digunakan sebagai media komunikasi bencana yang efektif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap situasi darurat melalui edukasi berbasis game interaktif. Metode pelaksanaan yang digunakan mencakup edukasi interaktif dalam bentuk pelatihan dan praktik langsung penggunaan game simulasi kebencanaan. Mitra sasaran dalam kegiatan ini adalah SMA Bahrul Ulum, Sekapuk Gresik, tepatnya pada siswa kelas 2 SMA dengan total peserta sebanyak 50 orang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan game interaktif tidak hanya meningkatkan keterlibatan dan antusiasme peserta, tetapi juga mampu menyampaikan pesan kebencanaan secara efektif dan mudah dipahami dibandingkan dengan metode konvensional. Temuan ini mengindikasikan bahwa game interaktif memiliki potensi besar untuk diintegrasikan dalam strategi komunikasi bencana guna memperluas jangkauan edukasi dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Kata kunci: komunikasi bencana; game interaktif; mitigasi; edukasi; kesiapsiagaan masyarakat. AbstractDisaster communication is a crucial aspect of disaster mitigation and response efforts, especially in raising public awareness of risks and actions to be taken. Along with technological developments, innovative approaches such as interactive games are starting to be used as effective disaster communication media. This community service activity aims to increase community understanding and preparedness for emergency situations through interactive game-based education. The implementation method used includes interactive education in the form of training and hands-on practice of using disaster simulation games. The target partner in this activity is Bahrul Ulum High School, Sekapuk Gresik, which comprises 2nd-grade high school students with a total of 50 participants. The activity results show that using interactive games increases participants' involvement and enthusiasm and conveys disaster messages effectively and efficiently compared to conventional methods. This finding indicates that interactive games have great potential to be integrated into disaster communication strategies to expand the reach of education and improve community preparedness. Keywords: disaster communication; interactive games; mitigation; education; community preparedness.
Pemberdayaan Desa Tambakcemandi Menuju Desa Tangguh Bencana melalui Literasi Digital Pesisir Muhammad Hilmy Aziz; Dwi Prasetyo
JURNAL ABDIMAS SERAWAI Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas Serawai (JAMS)
Publisher : Program Studi Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Bengkulu 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jams.v6i1.9244

Abstract

Coastal villages are highly vulnerable to hydrometeorological and geological disasters, including tidal flooding and tsunamis. This study aims to analyze the role of strengthening digital literacy in establishing Tambak Cemandi Village as a disaster-resilient village. Participatory Action Research (PAR) and qualitative case study approaches were used to actively engage the community, particularly fishermen, in every stage of the activity. Data collection techniques included Focus Group Discussions (FGDs), participant observation, and digital content analysis. The results indicate that digital literacy can increase the speed and accuracy of disaster information dissemination, optimize community-based early warning systems, and build community adaptive capacity. The synergy between local knowledge, information technology, and cross-sector collaboration has proven to be an effective strategy in creating a disaster-resilient coastal village. These findings recommend the development of a sustainable digital literacy program as an integral part of disaster mitigation strategies in coastal areas.
ANALISIS KONTEN KAMPANYE BTS LOVE MYSELF DI MEDIA SOSIAL “X” ( STUDI KASUS FANDOM BTS A.R.M.Y SURABAYA ) Shafa sekar Kinanti; Muhammad Hilmy Aziz
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.80856

Abstract

Kampanye sosial "Love Myself" yang diinisiasi olehgrup musik Korea Selatan, BTS, bekerja sama dengan UNICEF dalam menyikapi isu kesehatan mental di kalangan remaja. Fenomena kesehatan mental menjadi perhatian global seiring meningkatnya angka depresi dan kecemasan pada usia muda. Kampanye ini hadir dengan pesan utama mencintai diri sendiri (self-love) sebagai kunci untuk mengakhiri kekerasan dan meningkatkan kesejahteraan psikologis Kampanye "Love Myself" berhasil menciptakan ruang aman digital bagi remaja untuk membicarakan isu kesehatan mental tanpa stigma. Penggunaan narasi "bercerita tentang diri sendiri" (Speak Yourself) oleh BTS terbukti meningkatkan literasi kesehatan mental di kalangan remaja. Secara signifikan, kampanye ini membantu individu dalam membangun mekanisme koping positif melalui pesan-pesan afirmasi yang terintegrasi dalam karya seni mereka. Keberhasilan ini didorong oleh faktor identifikasi (kemiripan pengalaman antara idola dan penggemar) serta jangkauan media sosial yang masif.  
Strategi Adaptasi Komunikasi Antarbudaya Mahasiswa Indonesia Dalam Menghadapi Keanekaragaman Budaya Di Universiti Utara Malaysia Reyhana Putri Wiedaningtyas; Muhammad Hilmy Aziz
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81488

Abstract

Keberagaman budaya dalam pendidikan internasional menuntut mahasiswa mampu beradaptasi dengan perbedaan bahasa, nilai, dan pola komunikasi di negara tujuan. Universiti Utara Malaysia (UUM) sebagai kampus multikultural menjadi ruang interaksi antarbudaya bagi mahasiswa dari berbagai negara. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi adaptasi komunikasi antarbudaya mahasiswa Indonesia serta menganalisisnya berdasarkan tahapan stress–adaptation–growth pada program pertukaran pelajar semester kedua tahun 2024/2025 di UUM. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi hermeneutik Gadamer. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik Miles dan Huberman (2014), sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses adaptasi berlangsung sesuai Teori Adaptasi Lintas Budaya Young Yun Kim (2001). Pada tahap stress, mahasiswa menghadapi hambatan bahasa, perbedaan norma budaya, dan kesalahpahaman komunikasi. Pada tahap adaptation, mereka menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa penghubung, membangun relasi lintas budaya, mempelajari budaya lokal, serta aktif dalam kegiatan akademik dan sosial. Pada tahap growth, mahasiswa mengalami peningkatan kompetensi komunikasi antarbudaya, kepercayaan diri, toleransi, dan kemampuan berinteraksi dalam lingkungan multikultural. Penelitian ini menyimpulkan bahwa adaptasi komunikasi antarbudaya tidak hanya mendukung penyesuaian diri di lingkungan baru, tetapi juga mengembangkan kompetensi komunikasi yang bermanfaat bagi kehidupan akademik dan profesional.
KOMUNIKASI PERSUASIF PUSTAKAWAN DISPERPUSIP PROVINSI JAWA TIMUR DALAM MEMBANGUN MINAT BACA PELAJAR MELALUI PROGRAM TUR KELILING PERPUSTAKAAN (TULIP) Kezia Audrey Yohana Sinaga; Muhammad Hilmy Aziz
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81748

Abstract

Rendahnya minat baca pelajar masih menjadi tantangan dalam pengembangan literasi di Indonesia. Program Tur Keliling Perpustakaan (TULIP) yang diselenggarakan Disperpusip Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu upaya untuk membangun minat baca melalui pengalaman literasi secara langsung. Penelitian ini bertujuan menganalisis komunikasi persuasif pustakawan dalam membangun minat baca pelajar melalui program TULIP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, Kemudian dianalisis menggunakan strategi komunikasi persuasif Melvin L. DeFleur dan Sandra J. Ball Roceach dengan perspektif teori belajar kognitif Jean Piaget. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pustakawan menerapkan strategi psikodinamika, sosiokultural, dan konstruksi makna melalui penyesuaian pendekatan komunikasi sesuai karakteristik peserta, penciptaan lingkungan literasi yang mendukung, serta pembentukan pemaknaan baru mengenai perpustakaan dan aktivitas membaca. Penerapan strategi tersebut menghasilkan respons kognitif, afektif, dan konatif yang ditunjukkan melalui bertambahnya pengetahuan mengenai membaca dan perpustakaan, munculnya ketertarikan terhadap aktivitas literasi, serta berkembangnya kecenderungan untuk membaca dan memanfaatkan layanan perpustakaan. Dalam perspektif teori belajar kognitif, pengalaman belajar tersebut diproses melalui mekanisme asimilasi, akomodasi, dan ekuilibrasi sehingga membentuk pemahaman baru yang berkontribusi dalam membangun minat baca pelajar.
Strategi Iklan Berbayar Konsultan Media Pada Video Iklan Wat Wet Bumbu Instan Dalam Meningkatkan Brand Awareness Nur Sabrina Dewi Basir; Muhammad Hilmy Aziz
The Commercium Vol 10 No 1 (2026): The Commercium - Januari 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i1.75256

Abstract

Permasalahan tingginya persaingan dalam industri bumbu masak instan mendorong perusahaan untuk menerapkan strategi pemasaran yang efektif melalui media digital guna meningkatkan brand awareness. Wat Wet sebagai produk bumbu instan lokal sedang menghadapi tantangan kuatnya persaingan merek kompetitor yang telah lebih dahulu memiliki posisi yang kuat serta periode pemasaran yang lebih lama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi iklan digital produk Wat Wet dalam meningkatkan brand awareness di tengah persaingan industri bumbu instan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan data primer observasi menggunakan pendekatan Model AIDCA (Attention, Interest, Desire, Conviction, dan Action). Video iklan digital didistribusikan melalui platform Instagram, TikTok, dan YouTube dengan menggunakan iklan berbayar (Boost Ads). Evaluasi efektivitas iklan dilakukan melalui analisis data insight media sosial menggunakan matriks Engagement Rate (ER), Reach Rate (RR), dan Frequency. Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi iklan digital yang dirancang relevan dengan target pasar dan sesuai dengan karakteristik audiens mampu meningkatkan eksposur, keterlibatan audiens, serta memperkuat brand awareness produk Wat Wet. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa iklan digital berbasis media sosial dapat menjadi strategi komunikasi pemasaran yang efektif bagi produk Wat Wet.  
Peran Creative dalam Produksi Video Iklan Digital Bumbu Watwet Menggunakan Model AIDCA Meriyam Juwita Ningtiyas; Muhammad Hilmy Aziz
The Commercium Vol 10 No 1 (2026): The Commercium - Januari 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i1.75388

Abstract

Perkembangan media digital mendorong perubahan strategi komunikasi pemasaran dari media konvensional ke media digital, salah satunya melalui video iklan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kreatif dalam proses perancangan dan pembuatan video iklan digital produk bumbu instan WatWet sebagai upaya membangun kesadaran merek. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi terhadap proses pengembangan ide, penyusunan naskah, storyboard, hingga tahap produksi. Analisis dilakukan dengan iklan televisi unsur kreatif dengan model komunikasi AIDCA (Attention, Interest, Desire, Conviction, dan Action). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konsep kreatif yang disesuaikan dengan karakteristik audiens target, penggunaan narasi keseharian, serta visual yang konsisten dengan identitas merek mampu mendukung penyampaian pesan iklan secara efektif. Video iklan digital WatWet berfungsi sebagai sarana komunikasi pemasaran yang membantu memperkenalkan produk, membangun kedekatan emosional dengan audiens, serta meningkatkan potensi ketertarikan terhadap produk.
Strategi Sutradara Dalam Membangun Daya Tarik Visual Pada Video Iklan Bumbu Instan Wat Wet Farrel Yusuf Ilham; Muhammad Hilmy Aziz
The Commercium Vol 10 No 1 (2026): The Commercium - Januari 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i1.75401

Abstract

Pada zaman sekarang ini tingginya persaingan industri bumbu masak instan yang mendorong perusahaan harus menerapkan strategi pemasaran yang efektif agar tidak tertinggal oleh perusahaan lain dan mampu bersaing serta dapat meningkatkan brand awareness. Wat Wet merupakan sebuah produk bumbu masak instan yang sedang mengalami persaingan yang kuat dengan kompetitor unggul dalam segi pemasaran secara digital maupun perusahaan lama yang telah bertahan sangat lama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi sutradara dalam proses produksi video iklan bumbu masak instan Wat Wet sebagai media komunikasi pemasaran secara digital. Sutradara memiliki peran yang strategis dalam menerjemahkan konsep kreatif menjadi sajian visual yang dapat menyampaikan pesan pemasaran secara efektif terhadap audiens. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan studi kasus serta menganalisis penerapan teori AIDCA (Attention, Interest, Desire, Conviction, dan Action) dalam penyampaian pesan iklan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif selama tahap pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi, serta dokumentasi proses produksi video iklan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sutradara dalam produksi video iklan bumbu masak instan Wat Wet berpengaruh signifikan terhadap efektivitas penyampaian pesan pemasaran. Penerapan dari teori AIDCA terlihat dari pengemasan alur cerita, visual, dan penampilan produk yang menarik perhatian dan membangun minat audiens. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa strategi sutradara dalam membangun daya tarik visual pada video iklan bumbu instan Wat Wet terbukti mampu menarik perhatian audiens dan mendukung efektivitas penyampaian pesan pemasaran produk dengan menyesuaikan melalui teori AIDCA.  
Peran dan Tugas Produser Dalam Manajemen Produksi Video Iklan Digital : Studi Kasus Proyek Video Iklan Bumbu Instan WatWet Pandu Aswadana; Muhammad Hilmy Aziz
The Commercium Vol 10 No 1 (2026): The Commercium - Januari 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i1.75418

Abstract

Seiring perkembangan media digital, video iklan merupakan salah satu bentuk komunikasi pemasaran yang lebih efektif dalam meningkatkan brand awareness. Dalam proses produksinya selain dari aspek kreatif visual kunci keberhasilan produksi video iklan juga didorong oleh peran produser sebagai pengelola keseluruhan proses produksi. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis peran dan tugas produser dalam produksi video iklan melalui studi kasus proyek video iklan bumbu instan WatWet. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif serta pendekatan studi kasus dan model AIDCA Attention, Interest, Desire, Conviction, and Action. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi secara langsung, dokumentasi produksi, dan refleksi proses kerja selama proyek video iklan tersebut berlangsung. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa produser memiliki peran strategis selama proses produksi mulai dari pra-produksi, produksi, serta pasca produksi, mulai dari perencanaan konsep, pengelolaan sumber daya manusia, manajemen anggaran, koordinasi lapangan, serta evaluasi hasil distribusi iklan digital. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa produser berfungsi sebagai penghubung utama antara tujuan komunikasi pemasaran, kebutuhan klien, dan proses pelaksanaan teknis produksi video iklan digital.
PERAN COMMUNITY MARKETING DALAM MEMBENTUK CITRA DAN KEPERCAYAAN KONSUMEN PADA BRAND AVOSKIN (STUDI KASUS PADA KOMUNITAS DIGITAL RUBI COMMUNITY BATCH 8) Sagita Hokky Lusiana; Muhammad Hilmy Aziz
The Commercium Vol 10 No 1 (2026): The Commercium - Januari 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i1.75439

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran community marketing dalam membentuk citra merek (brand image) dan kepercayaan merek (brand trust) pada brand Avoskin melalui komunitas digital RUBI Community. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari lima anggota RUBI Community batch 8 sebagai informan kunci dan satu informan pendukung yang merupakan pengajar course RUBI Lingual. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik community marketing dalam RUBI Community diwujudkan melalui tiga komponen utama, yaitu consciousness of kind, rituals and traditions, serta moral responsibility. Komponen consciousness of kind tercermin dari adanya rasa kebersamaan, identitas bersama, dan kesadaran kolektif antaranggota komunitas. Selanjutnya, rituals and traditions terlihat melalui partisipasi rutin anggota dalam kegiatan komunitas, tradisi pembelajaran melalui program edukasi, serta adanya bentuk apresiasi terhadap anggota. Sementara itu, moral responsibility diwujudkan melalui kepatuhan anggota terhadap aturan komunitas serta tanggung jawab bersama dalam menjaga kenyamanan dan lingkungan komunitas digital. Praktik community marketing tersebut berkontribusi dalam membentuk citra merek Avoskin sebagai brand yang edukatif, suportif, dan memberdayakan perempuan. Selain itu, interaksi yang terbangun secara konsisten antara anggota komunitas dan brand turut meningkatkan kepercayaan anggota terhadap Avoskin. Dengan demikian, community marketing melalui RUBI Community berperan penting dalam memperkuat hubungan jangka panjang antara brand dan konsumennya.