This Author published in this journals
All Journal THE COMMERCIUM
Tohiruddin Tohiruddin
Universitas Negeri Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Surabaya Dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Mengenai Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Tohiruddin Tohiruddin; Tatak Setiadi
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81649

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi publik BPJS Kesehatan Cabang Surabaya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pihak BPJS Kesehatan Cabang Surabaya sebagai informan utama dan masyarakat sebagai informan pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis strategi komunikasi publik mengacu pada teori Arifin (2011) yang meliputi mengenal khalayak, menyusun pesan, menetapkan metode komunikasi, dan memilih media komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPJS Kesehatan Cabang Surabaya telah menerapkan strategi komunikasi publik melalui segmentasi khalayak berdasarkan karakteristik masyarakat, penyusunan pesan yang terpusat dan seragam, penggunaan metode komunikasi informatif, edukatif, dan persuasif, serta pemanfaatan berbagai media komunikasi, baik media massa, media digital, media sosial, media cetak, maupun komunikasi tatap muka. Strategi tersebut mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai Program JKN. Namun demikian, efektivitas komunikasi publik masih menghadapi beberapa kendala, antara lain keterbatasan paparan masyarakat terhadap kegiatan sosialisasi langsung, perbedaan tingkat literasi digital, serta masih adanya masyarakat yang belum memahami secara menyeluruh hak, kewajiban, dan prosedur pelayanan JKN. Oleh karena itu, BPJS Kesehatan perlu terus mengoptimalkan strategi komunikasi publik melalui peningkatan sosialisasi langsung, penyederhanaan pesan komunikasi, optimalisasi layanan digital, serta perluasan jangkauan komunikasi agar kesadaran masyarakat mengenai Program JKN dapat meningkat secara lebih optimal dan berkelanjutan.