This Author published in this journals
All Journal THE COMMERCIUM
Kezia Audrey Yohana Sinaga
Universitas Negeri Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KOMUNIKASI PERSUASIF PUSTAKAWAN DISPERPUSIP PROVINSI JAWA TIMUR DALAM MEMBANGUN MINAT BACA PELAJAR MELALUI PROGRAM TUR KELILING PERPUSTAKAAN (TULIP) Kezia Audrey Yohana Sinaga; Muhammad Hilmy Aziz
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81748

Abstract

Rendahnya minat baca pelajar masih menjadi tantangan dalam pengembangan literasi di Indonesia. Program Tur Keliling Perpustakaan (TULIP) yang diselenggarakan Disperpusip Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu upaya untuk membangun minat baca melalui pengalaman literasi secara langsung. Penelitian ini bertujuan menganalisis komunikasi persuasif pustakawan dalam membangun minat baca pelajar melalui program TULIP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, Kemudian dianalisis menggunakan strategi komunikasi persuasif Melvin L. DeFleur dan Sandra J. Ball Roceach dengan perspektif teori belajar kognitif Jean Piaget. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pustakawan menerapkan strategi psikodinamika, sosiokultural, dan konstruksi makna melalui penyesuaian pendekatan komunikasi sesuai karakteristik peserta, penciptaan lingkungan literasi yang mendukung, serta pembentukan pemaknaan baru mengenai perpustakaan dan aktivitas membaca. Penerapan strategi tersebut menghasilkan respons kognitif, afektif, dan konatif yang ditunjukkan melalui bertambahnya pengetahuan mengenai membaca dan perpustakaan, munculnya ketertarikan terhadap aktivitas literasi, serta berkembangnya kecenderungan untuk membaca dan memanfaatkan layanan perpustakaan. Dalam perspektif teori belajar kognitif, pengalaman belajar tersebut diproses melalui mekanisme asimilasi, akomodasi, dan ekuilibrasi sehingga membentuk pemahaman baru yang berkontribusi dalam membangun minat baca pelajar.