Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang penerapan komunikasi antarpribadi staf Plato Foundation dengan klien pada kegiatan psikoedukasi rehabilitasi narkoba. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode penelitian yaitu studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan pencocokan pola dari Robert K Yin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan komunikasi antarpribadi staf Plato Foundation dengan klien pada kegiatan psikoedukasi rehabilitasi narkoba dilakukan secara langsung dalam latar kelompok melalui melalui berbagai bentuk interaksi, seperti ice breaking untuk menciptakan rasa nyaman sebagai dasar munculnya keterbukaan diri klien, pemberian stimulus verbal untuk mendorong keterbukaan, sikap mendengarkan tanpa menghakimi, penggunaan kata - kata yang tepat, bersikap terbuka terhadap pandangan atau pendapat klien yang berbeda, serta memberikan ruang berbicara kepada klien agar komunikasi berlangsung secara dua arah dan tidak didominasi oleh pihak tertentu. Penerapan komunikasi antarpribadi tersebut bertujuan untuk membangun hubungan interpersonal antara staf dan klien. Melalui interaksi yang berlangsung secara berulang, tercipta rasa percaya, kenyamanan, dan keterbukaan yang memungkinkan hubungan yang semula berada pada tahap dangkal berkembang secara bertahap menuju hubungan yang lebih dekat. Hubungan interpersonal yang terbangun kemudian berpengaruh terhadap meningkatnya partisipasi aktif klien dalam kegiatan psikoedukasi seperti keterlibatan dalam aktivitas sharing, diskusi, tanya jawab, dan role play. Hal tersebut menjadi penting mengingat kegiatan psikoedukasi merupakan terapi kelompok yang dirancang untuk memulihkan kemampuan interaksi sosial klien sehingga partisipasi aktif mereka menjadi aspek yang krusial.