p-Index From 2021 - 2026
1.084
P-Index
This Author published in this journals
All Journal THE COMMERCIUM
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Manajemen Produksi Kanal Youtube Ravacana Films dalam Membangun Branding Rumah Produksi Independen di Era Digital Putri Nurrahma Maulidya; Tsuroyya
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.49716

Abstract

Perkembangan media digital mengubah cara masyarakat mengkonsumsi karya audiovisual, sehingga mendorong rumah produksi independen memanfaatkan platform digital sebagai sarana distribusi sekaligus branding. Ravacana Films aktif menggunakan YouTube untuk mendistribusikan karya sekaligus membangun identitasnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran manajemen produksi kanal YouTube Ravacana Films dalam membangun branding rumah produksi independen di era digital. Guna menyelaraskan dengan judul, aktivitas branding dalam penelitian ini difokuskan secara spesifik pada pembentukan identitas merek (brand identity). Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Informan penelitian terdiri dari sutradara, produser Ravacana Films, dan crew PMR dengan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen produksi Ravacana Films tidak hanya berfungsi mengelola proses produksi konten, tetapi secara kausalitas berkontribusi langsung dalam membentuk elemen identitas merek (brand identity) yang kuat. Keputusan manajemen dalam memitigasi risiko distribusi dan pendanaan, pengembangan konten yang konsisten mengangkat isu dan budaya lokal, serta pengelolaan organisasi secara kolektif melalui Program Magang Ravacana (PMR) menjadi pondasi utama yang membentuk karakteristik fisik, kepribadian, dan nilai budaya perusahaan. Strategi manajemen produksi tersebut berhasil membentuk citra dan identitas yang khas bagi Ravacana Films sebagai rumah produksi independen yang autentik di era digital.
Pengaruh Iklan Grab “Kumis Mas Adam, Awet Murahnya” Terhadap Brand Loyalty Grab Indonesia (Studi pada pengguna aktif Grab Bike di Jakarta) Aryasatya Vincentio Wian; Tsuroyya
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81391

Abstract

Perkembangan iklan dalam industri layanan transportasi daring memiliki peran penting dalam membentuk sikap dan respons perilaku konsumen terhadap suatu merek. Iklan tidak hanya berfungsi sebagai media penyampaian informasi, tetapi juga sebagai alat komunikasi persuasif yang mengintegrasikan daya tarik rasional dan emosional untuk memengaruhi persepsi konsumen. Dalam persaingan layanan transportasi daring yang semakin ketat, iklan menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk citra merek serta mempertahankan loyalitas pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara iklan Grab “Kumis Mas Adam, Awet Murahnya” dengan brand loyalty pengguna GrabBike di Jakarta. Iklan tersebut dianalisis berdasarkan advertising appeals yang terdiri dari rational appeals dan emotional appeals sebagai variabel independen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 385 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria pernah melihat iklan tersebut dan aktif menggunakan layanan GrabBike di Jakarta. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring, dengan uji coba (pre-test) pada 30 responden untuk menguji validitas dan reliabilitas instrumen penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara iklan “Kumis Mas Adam, Awet Murahnya” dengan brand loyalty, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,519 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05), yang menunjukkan hubungan positif dengan kategori sedang. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin baik persepsi terhadap daya tarik rasional dan emosional dalam iklan, maka semakin tinggi tingkat brand loyalty pengguna. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa daya tarik iklan memiliki peran penting dalam membentuk evaluasi dan loyalitas konsumen terhadap merek. Dengan demikian, efektivitas iklan tidak hanya ditentukan oleh tingkat paparan, tetapi juga oleh bagaimana pesan rasional dan emosional dalam iklan tersebut dipersepsikan oleh konsumen.   
Manajemen Krisis Bumdes Sekapuk Dalam Memulihkan Citra Wisata Setigi Pasca Kasus Penggelapan Aset Desa Mohammad Teguh Santoso; Tsuroyya
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81394

Abstract

Village-Owned Enterprises (BUMDes) play an important role in improving the village economy through the management of local potential, making organizational sustainability highly dependent on public trust. A conflict involving the former Head of Sekapuk Village triggered a crisis that led to a decline in public trust toward BUMDes Sekapuk and the image of Setigi Tourism as one of the village's main attractions. This study aims to analyze the crisis management strategies implemented by BUMDes Sekapuk in restoring its organizational image after the crisis. The research employed a qualitative approach using a case study method. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, and were analyzed using W. Timothy Coombs’ Situational Crisis Communication Theory (SCCT). The findings reveal that BUMDes Sekapuk implemented various crisis management strategies, including a family-oriented approach, open deliberation forums, mediation processes, improvements in organizational governance, and the rebranding of Setigi Tourism into Sekapuk Smartland. These efforts reflected the application of diminish, rebuild, and bolstering strategies aimed at reducing the impact of the crisis, improving relationships with the community, and rebuilding public trust and organizational image. The study concludes that these strategies contributed significantly to the gradual recovery of BUMDes’ image and the reputation of village tourism.  
Komunikasi Antarpribadi Staf Plato Foundation dengan Klien pada Kegiatan Psikoedukasi Rehabilitasi Narkoba Yislia Yesarella Winda Nainggolan; Tsuroyya
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81749

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang penerapan komunikasi antarpribadi staf Plato Foundation dengan klien pada kegiatan psikoedukasi rehabilitasi narkoba. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode penelitian yaitu studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan pencocokan pola dari Robert K Yin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan komunikasi antarpribadi staf Plato Foundation dengan klien pada kegiatan psikoedukasi rehabilitasi narkoba dilakukan secara langsung dalam latar kelompok melalui melalui berbagai bentuk interaksi, seperti ice breaking untuk menciptakan rasa nyaman sebagai dasar munculnya keterbukaan diri klien, pemberian stimulus verbal untuk mendorong keterbukaan, sikap mendengarkan tanpa menghakimi, penggunaan kata - kata yang tepat, bersikap terbuka terhadap pandangan atau pendapat klien yang berbeda, serta memberikan ruang berbicara kepada klien agar komunikasi berlangsung secara dua arah dan tidak didominasi oleh pihak tertentu. Penerapan komunikasi antarpribadi tersebut bertujuan untuk membangun hubungan interpersonal antara staf dan klien. Melalui interaksi yang berlangsung secara berulang, tercipta rasa percaya, kenyamanan, dan keterbukaan yang memungkinkan hubungan yang semula berada pada tahap dangkal berkembang secara bertahap menuju hubungan yang lebih dekat. Hubungan interpersonal yang terbangun kemudian berpengaruh terhadap meningkatnya partisipasi aktif klien dalam kegiatan psikoedukasi seperti keterlibatan dalam aktivitas sharing, diskusi, tanya jawab, dan role play. Hal tersebut menjadi penting mengingat kegiatan psikoedukasi merupakan terapi kelompok yang dirancang untuk memulihkan kemampuan interaksi sosial klien sehingga partisipasi aktif mereka menjadi aspek yang krusial.
Studi Pustaka Narasi Pinkwashing Pada Unggahan-Unggahan Akun @Israel di Platform X Katherine Yovita; Tsuroyya
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81751

Abstract

Praktik pendudukan dan okupasi Israel di Palestina masih menjadi perhatian masyarakat internasional dan memicu berbagai aksi solidaritas global. Di tengah eskalasi konflik tersebut, media sosial berkembang menjadi ruang kontestasi berbagai kepentingan politik, termasuk melalui strategi propaganda digital. Salah satu strategi yang digunakan Israel adalah pinkwashing, yaitu pemanfaatan isu keberagaman identitas gender dan orientasi seksual untuk membangun citra sebagai negara yang modern, demokratis, dan ramah terhadap komunitas LGBTQ+, sekaligus merepresentasikan Palestina sebagai masyarakat yang intoleran dan homofobik. Narasi tersebut dinilai mengeksploitasi hak-hak kelompok LGBTQ+ untuk memperoleh legitimasi moral serta mengalihkan perhatian masyarakat internasional dari praktik pendudukan, pelanggaran hak asasi manusia, dan krisis kemanusiaan di Palestina. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka melalui kajian terhadap literatur mengenai propaganda, pinkwashing, Brand Israel, homonasionalisme Jasbir Puar, serta berbagai penelitian yang membahas strategi komunikasi politik Israel di media digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa narasi pinkwashing merupakan bagian dari strategi komunikasi politik yang mengonstruksikan Israel sebagai negara progresif dan inklusif, sementara Palestina diposisikan sebagai masyarakat yang terbelakang, intoleran, dan anti-LGBTQ+. Strategi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai upaya pencitraan, tetapi juga sebagai propaganda digital untuk membentuk opini publik global dan memperoleh legitimasi politik di tengah konflik yang sedang berlangsung.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL X AKUN @BIJAKMEMILIH.ID TERHADAP PENINGKATAN KESADARAN POLITIK MAHASISWA DI ERA PEMILU 2024 Thoriq Rahmadiputra; Tsuroyya
The Commercium Vol 10 No 1 (2026): The Commercium - Januari 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i1.72840

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media sosial terhadap kesadaran politik mahasiswa pada platform X  akun @bijakmemilih.id. penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Fokus penelitian adalah dua indikator utama yaitu isi media dan pemahaman politik. Data diperoleh melalui kuisioner yang diukur menggunakan skala Likert dengan nilai kebalikan untuk pertanyaan positif dan negative. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial memiliki pengaruh terhadap kesadaran politik mahasiswa dengan indikator pola perilaku menunjukkan rata-rata tertinggi. Berdasarkan hasil analisis regresi, penggunaan media sosial memberikan kontribusi besar secara simultan terhadap kesadaran politik mahasiswa.
ANALISIS TANDA “PATRIARCHAL BARGAIN” DALAM FILM “KARTINI” (ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PEIRCE) Happy Jonathan; Tsuroyya
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.82123

Abstract

Perkembangan media digital mengubah cara masyarakat mengkonsumsi karya audiovisual, sehingga mendorong rumah produksi independen memanfaatkan platform digital sebagai sarana distribusi sekaligus branding. Ravacana Films aktif menggunakan YouTube untuk mendistribusikan karya sekaligus membangun identitasnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran manajemen produksi kanal YouTube Ravacana Films dalam membangun branding rumah produksi independen di era digital. Guna menyelaraskan dengan judul, aktivitas branding dalam penelitian ini difokuskan secara spesifik pada pembentukan identitas merek (brand identity). Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Informan penelitian terdiri dari sutradara, produser Ravacana Films, dan crew PMR dengan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen produksi Ravacana Films tidak hanya berfungsi mengelola proses produksi konten, tetapi secara kausalitas berkontribusi langsung dalam membentuk elemen identitas merek (brand identity) yang kuat. Keputusan manajemen dalam memitigasi risiko distribusi dan pendanaan, pengembangan konten yang konsisten mengangkat isu dan budaya lokal, serta pengelolaan organisasi secara kolektif melalui Program Magang Ravacana (PMR) menjadi pondasi utama yang membentuk karakteristik fisik, kepribadian, dan nilai budaya perusahaan. Strategi manajemen produksi tersebut berhasil membentuk citra dan identitas yang khas bagi Ravacana Films sebagai rumah produksi independen yang autentik di era digital.