Hawwa Asy-Syifa
Pascasarjana Studi Islam, Insitut Agama Islam Pemalang, Jawa Tengah

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDEKATAN ISLAM TERHADAP SAINS DAN TEKNOLOGI DALAM MEMBANGUN PERADABAN BERBASIS NILAI ETIKA DAN KEMASLAHATAN MODERN Hawwa Asy-Syifa; Amirul Bakhri
Jurnal Dinamika Sosial dan Sains Vol. 2 No. 12 (2025): Jurnal Dinamika Sosial dan Sains
Publisher : CV.Sentral Bisnis Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jdss.v2i12.301

Abstract

Perkembangan sains dan teknologi yang semakin pesat menuntut adanya keseimbangan antara kemajuan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai spiritual dan etika. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara Islam, sains, dan teknologi serta bagaimana integrasi ketiganya dalam kehidupan modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), yang bersumber dari Al-Qur’an, buku, dan jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam, sains, dan teknologi memiliki hubungan yang bersifat integratif dan tidak saling bertentangan. Islam memberikan landasan nilai dan etika dalam pengembangan ilmu pengetahuan, sementara sains berfungsi sebagai sarana untuk memahami fenomena alam, dan teknologi menjadi alat dalam penerapan ilmu tersebut. Namun demikian, perkembangan sains dan teknologi tanpa landasan nilai berpotensi menimbulkan dampak negatif, seperti penyalahgunaan teknologi dan krisis moral. Oleh karena itu, integrasi antara Islam, sains, dan teknologi menjadi suatu kebutuhan dalam membangun peradaban yang seimbang antara kemajuan material dan spiritual. Dengan demikian, pemanfaatan sains dan teknologi dalam perspektif Islam harus diarahkan pada kemaslahatan, serta tetap berada dalam koridor prinsip-prinsip syariat, sehingga tidak hanya memberikan manfaat secara praktis, tetapi juga memperkuat keimanan dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi.
MENELUSURI PERKEMBANGAN TAFSIR AL-QUR'AN MASA KONTEMPORER: PEMIKIRAN FAZLUR RAHMAN, NASR HAMID ABU ZAYD, HASSAN HANAFI, DAN M. QURAISH SHIHAB Hawwa Asy-Syifa; Amirul Bakhri
Jurnal Dinamika Sosial dan Sains Vol. 2 No. 12 (2025): Jurnal Dinamika Sosial dan Sains
Publisher : CV.Sentral Bisnis Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jdss.v2i12.302

Abstract

Artikel ini mengkaji perkembangan tafsir Al-Qur’an pada masa kontemporer, mencakup pengertian, karakteristik, latar belakang kemunculannya, metode-metode yang digunakan, serta tokoh-tokoh yang berperan dalam pengembangannya. Tafsir kontemporer lahir sebagai respons terhadap keterbatasan tafsir klasik dalam menjawab persoalan-persoalan modern seperti demokrasi, pluralisme, kesetaraan gender, dan hak asasi manusia. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research), artikel ini menganalisis berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir kontemporer memiliki karakteristik yang khas, yaitu bersifat kontekstual, interdisipliner, kritis, dan responsif. Para tokoh seperti Fazlur Rahman dengan metode double movement, Nasr Hamid Abu Zayd dengan pendekatan hermeneutika semiotik, Hassan Hanafi dengan hermeneutika pembebasan, dan Muhammad Quraish Shihab dengan pendekatan komparatif telah memberikan kontribusi signifikan bagi perkembangan tafsir kontemporer. Meski menghadapi kritik dari kalangan tradisionalis, tafsir kontemporer tetap relevan sebagai instrumen pemahaman Al-Qur’an yang mampu menjawab tantangan zaman.