Amirul Bakhri
Pascasarjana Studi Islam, Insitut Agama Islam Pemalang, Jawa Tengah

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ASBABUL WURUD DAN KLASIFIKASI HADIST:PENDEKATAN KONTEKSTUAL DAN STRUKTURAL DALAM ILMU HADIST Syafa’atus Syarifah; Amirul Bakhri
Jurnal Dinamika Sosial dan Sains Vol. 2 No. 12 (2025): Jurnal Dinamika Sosial dan Sains
Publisher : CV.Sentral Bisnis Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jdss.v2i12.297

Abstract

Hadist merupakan sumber hukum Islam yang kedua setelah Al-Qur’an. Kedudukannya sebagai penjelas apa yang disampaikan dalam Al-Qur’an. Ilmu hadist tidak hanya dimaknai melalui matan atau teksnya semata, namun juga perlu ditinjau dari konteks history melalui asbabul wurudnya, serta mempertimbangkan keabsahan dalam sanad. Tulisan ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep asbabul wurud dan mengkaji relevansinya pada sistematika pengelompokan hadist secara kontekstual. Asbabul wurud memiliki urgensi dan peran sebagai  alat untuk menghindari adanya kesalahan dalam penafsiran tekstual, sedangkan pengelompokan hadistt berperan pada hasil penentuan keabsahan dan otoritas riwayat. Integrasi keduanya menghasilkan pemahaman yang komprehensif terhadap makna yang relevan dalam konteks sosial masa kini.
KORELASI SPIRITUAL ISLAM DAN KESEHATAN MENTAL:TELA’AH INTERSTUDI DARI PERSPEKTIF PSIKOLOGI ISLAM Syafa’atus Syarifah; Amirul Bakhri
Jurnal Dinamika Sosial dan Sains Vol. 2 No. 12 (2025): Jurnal Dinamika Sosial dan Sains
Publisher : CV.Sentral Bisnis Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jdss.v2i12.298

Abstract

Kesehatan mental menjadi topik penting yang menjadi pembahasan di masyarakat kontemporer, termasuk dalam komunitas Muslim. Dalam hal ini, spiritualitas Islam memberikan suatu kerangka yang berarti untuk memahami aspek batin dari kesejahteraan yang melebihi sekadar konstruksi psikologis yang bersifat sekuler. Tujuan artikel ini adalah untuk melakukan analisis terhadap korelasi antara spiritual islam dengan kesehatan mental melalui perspektif psikologi Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan studi pustaka kualitatif dengan meneliti berbagai karya ilmiah yang relevan baik berupa jurnal-jurnal ilmiah, buku-buku atau sumber lainnya dengan tema spiritualitas Islam, kesehatan mental dan psikologi Islam. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa spiritualitas dalam Islam khususnya yang diwujudkan dalam nilai-nilai tauhid, tawakal, sabar, sukur, zikir dan tazkiyatun nufus mampu memberikan kontribusi yang subtansial terhadap peningkatan kesehatan mental. Hal itu dapat dibuktikan dengan meningkatnya ketenangan batin, penerimaan diri, regulasi emosi dan fungsi relasional yang positif. Dalam sudut pandang psikologi Islam, kesehatan mental tidak hanya dipahami sebagai kepuasan hidup subjektif materialis, tetapi juga merupakan peleburan antardimensi baik spiritual, emosional dan moral pada diri manusia, sehingga spiritual Islam berperan sebagai pondasi utama dalam penguatan kesejahteraan psikologis dalam kehidupan seorang Muslim.
SEJARAH PERKEMBANGAN KEILMUAN ISLAM: ERA KLASIK HINGGA MODERN SERTA INTEGRASI ILMU DI MASA KEEMASAN ISLAM Faza Firdaus; Amirul Bakhri
Jurnal Dinamika Sosial dan Sains Vol. 2 No. 12 (2025): Jurnal Dinamika Sosial dan Sains
Publisher : CV.Sentral Bisnis Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jdss.v2i12.299

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui periodisasi sejarah perkembangan ilmu pengetahuan dalam Islam. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan dengan teknik analisis deskriptif yang didukung dengan analisis kesejarahan. Pendekatan sejarah lebih mengutamakan orientasi pemahaman atau penafsiran terhadap fakta sejarah. Temuan dari penelitian ini adalah bahwasanya pada perkembangan ilmu pengetahuan di masa modern ini, ilmu pengetahuan menjadi lebih saling terhubung satu sama lain. Hal ini disebut sebagai integrasi interkoneksi ilmu pengetahuan dalam Islam, dimana al-Qur’an sebagai pusat integrasinya dan kemudian Hadits.
TAFSIR AL-QUR'AN PADA MASA KLASIK: SEJARAH PERKEMBANGAN, KARAKTERISTIK, METODE PENAFSIRAN, SERTA KONTRIBUSINYA DALAM PENGEMBANGAN KHAZANAH KEILMUAN ISLAM Faza Firdaus; Amirul Bakhri
Jurnal Dinamika Sosial dan Sains Vol. 2 No. 12 (2025): Jurnal Dinamika Sosial dan Sains
Publisher : CV.Sentral Bisnis Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jdss.v2i12.300

Abstract

Tafsir merupakan disiplin ilmu yang sangat penting dalam memahami kitab suci Al quran sebagai pedoman hidup bagi ummat Islam. Tafsir mengalami perkembangan yang siginifikan sejak dimulainya pada masa Nabi Muhammad hingga era modern. Hal ini menunjukkan meluasnya keilmuan kaum Muslimin dan kesungguhannya dalam memahami agama Islam itu sendiri. Tujuan dari penilitian ini adalah untuk mengetahui sejarah perkembangan tafsir pada era klasik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka dengan mengumpulkan informasi-informasi yang dibutuhkan dari berbagai sumber seperti buku, artikel, ataupun tulisan ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan tafsir terus berkembang sejak zaman Nabi Muhammad, dimulai dari lisan ke lisan, kemudian mengalami pemisahan dari disiplin ilmu lain hingga memasuki tahap pembukuan dan tafsir berdasarkan bidang keilmuan mufassir.
PENDEKATAN ISLAM TERHADAP SAINS DAN TEKNOLOGI DALAM MEMBANGUN PERADABAN BERBASIS NILAI ETIKA DAN KEMASLAHATAN MODERN Hawwa Asy-Syifa; Amirul Bakhri
Jurnal Dinamika Sosial dan Sains Vol. 2 No. 12 (2025): Jurnal Dinamika Sosial dan Sains
Publisher : CV.Sentral Bisnis Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jdss.v2i12.301

Abstract

Perkembangan sains dan teknologi yang semakin pesat menuntut adanya keseimbangan antara kemajuan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai spiritual dan etika. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara Islam, sains, dan teknologi serta bagaimana integrasi ketiganya dalam kehidupan modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), yang bersumber dari Al-Qur’an, buku, dan jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam, sains, dan teknologi memiliki hubungan yang bersifat integratif dan tidak saling bertentangan. Islam memberikan landasan nilai dan etika dalam pengembangan ilmu pengetahuan, sementara sains berfungsi sebagai sarana untuk memahami fenomena alam, dan teknologi menjadi alat dalam penerapan ilmu tersebut. Namun demikian, perkembangan sains dan teknologi tanpa landasan nilai berpotensi menimbulkan dampak negatif, seperti penyalahgunaan teknologi dan krisis moral. Oleh karena itu, integrasi antara Islam, sains, dan teknologi menjadi suatu kebutuhan dalam membangun peradaban yang seimbang antara kemajuan material dan spiritual. Dengan demikian, pemanfaatan sains dan teknologi dalam perspektif Islam harus diarahkan pada kemaslahatan, serta tetap berada dalam koridor prinsip-prinsip syariat, sehingga tidak hanya memberikan manfaat secara praktis, tetapi juga memperkuat keimanan dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi.
MENELUSURI PERKEMBANGAN TAFSIR AL-QUR'AN MASA KONTEMPORER: PEMIKIRAN FAZLUR RAHMAN, NASR HAMID ABU ZAYD, HASSAN HANAFI, DAN M. QURAISH SHIHAB Hawwa Asy-Syifa; Amirul Bakhri
Jurnal Dinamika Sosial dan Sains Vol. 2 No. 12 (2025): Jurnal Dinamika Sosial dan Sains
Publisher : CV.Sentral Bisnis Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jdss.v2i12.302

Abstract

Artikel ini mengkaji perkembangan tafsir Al-Qur’an pada masa kontemporer, mencakup pengertian, karakteristik, latar belakang kemunculannya, metode-metode yang digunakan, serta tokoh-tokoh yang berperan dalam pengembangannya. Tafsir kontemporer lahir sebagai respons terhadap keterbatasan tafsir klasik dalam menjawab persoalan-persoalan modern seperti demokrasi, pluralisme, kesetaraan gender, dan hak asasi manusia. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research), artikel ini menganalisis berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir kontemporer memiliki karakteristik yang khas, yaitu bersifat kontekstual, interdisipliner, kritis, dan responsif. Para tokoh seperti Fazlur Rahman dengan metode double movement, Nasr Hamid Abu Zayd dengan pendekatan hermeneutika semiotik, Hassan Hanafi dengan hermeneutika pembebasan, dan Muhammad Quraish Shihab dengan pendekatan komparatif telah memberikan kontribusi signifikan bagi perkembangan tafsir kontemporer. Meski menghadapi kritik dari kalangan tradisionalis, tafsir kontemporer tetap relevan sebagai instrumen pemahaman Al-Qur’an yang mampu menjawab tantangan zaman.