Pengelolaan sampah merupakan salah satu upaya penting dalam menjaga kebersihan lingkungan. Namun demikian, masih banyak timbulan sampah yang tidak dikelola langsung dari sumbernya, sehingga mengakibatkan banyaknya sampah yang berserakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pengelolaan sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup di Kota Payakumbuh dengan menggunakan teori efektivitas menurut Duncan (1978), yaitu pencapaian tujuan, integrasi, dan adaptasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengelolaan sampah di Kota Payakumbuh belum berjalan secara optimal. Dapat dilihat pada indicator pencapaian tujuan, pengurangan timbulan sampah dari sumbernya belum maksimal karena partisipasi masyarakat dalam memilah sampah masih rendah dan belum konsisten. Pada indikator integrasi, meskipun koordinasi dan komunikasi antar lembaga telah berjalan, internalisasi nilai pengelolaan sampah sebagai tanggung jawab bersama belum sepenuhnya tertanam dalam perilaku masyarakat. Sementara itu, pada indikator adaptasi, pemerintah telah melakukan penyesuaian kebijakan pasca ditutupnya TPA Regional dengan memperkuat TPS3R di tingkat kelurahan, namun perubahan perilaku masyarakat belum berlangsung secara berkelanjutan. Faktor penghambat utama meliputi rendahnya partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan sampah, minimnya minat terhadap hasil daur ulang, serta ketidakstabilan harga jual sampah daur ulang. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kesadaran masyarakat dengan meningkatkan kegiatan sosialisasi secara rutin serta penguatan fasilitas untuk mendukung pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.