Febru Wenti Kaisar
Universitas Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PELAYANAN PUBLIK PADA KANTOR DESA DI KECAMATAN KAMPA Febru Wenti Kaisar; Masrul Ikhsan
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 7 (2026): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i7.2026.1830-1835

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pelayanan publik pada tiga  kantor desa yang ada di Kecamatan Kampa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yang bersifat kualitatif dengan pendekatan deskriptif, serta teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui wawancara berbagai sumber informasi, observasi, dan pengamatan langsung di lapangan, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi pelayanan publik yang prima belum terlaksana dengan bak atau maksimal pada ketiga desa tersebut, sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan teori Lenvinne dimana teori tersebut mempunyai tiga indikator teori. Indikator teori terdiri dari 1) Responsivitas, belum terlaksana dengan maksimal dibuktikan dengan tidak adanya bentuk fisik pengaduan resmi atau kotak saran, dari saluran resmi pengaduan, sehingga masyrakat bingung kemana harus memberikan kritik dan saran jika terjadi kesalahan dalam pelayanan publik, karena tidakk semua masayarakat bisa mengadu lewat hp 2) Responsibilitas, masih ada terdapat keluhan dari masyarakat tentang etika pelayanan yaitu menyangkut etika  keramahan dan pelayanan yang belum sesuai SOP 3) Akuntabilitas, masih terlaksana belum optimal dapat dibuktikan dengan tanggung jawab belum dilaksanakan sepenuhnya oleh aparat desa, dibuktikan dengan aparat yang tidak mampu menuliskan jejak masyarakat yang harusnya ada di dalam data. Adapun faktor penghambatnya yaitu, kurangnya anggaran sehingga pelatihan etika tidak di adakan, kualitas sumber daya manusia yang masih rendah dan masih kurang, minimnya kesaaran masyarakat untuk memeberikan umpan balik sehingga data yang diperoleh tidak maksimal. Oleh karena itu diperlukan peningkatan pelatihan mengenai etika keramahan, dan kesadaran masyarakat agar pelayanan publik dapat berjalan dengan maksimal dan prima.