Christian Raphael Sitanggang
Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Katolik Santo Thomas

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KENDALA PENGGUNA BPJS KESEHATAN DI RUMAH SAKIT UMUM Christian Raphael Sitanggang; Retno Sihotang; Steven Sidauruk; Margaretha Paskah Sihombing
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 2 (2026): April-Juni, Health Promotion
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/h5xe7s19

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala administratif dan operasional yang dihadapi pengguna BPJS Kesehatan di loket admisi pendaftaran dan Instalasi Gawat Darurat (IGD) di sebuah Rumah Sakit Umum (RSU), serta merumuskan strategi penanganan berbasis sistem informasi. Penelitian kualitatif deskriptif ini dilaksanakan pada periode Mei–Juni 2026. Pengumpulan data dilakukan melalui metode triangulasi yang mencakup observasi partisipatif pasif, studi dokumentasi, serta wawancara semi-terstruktur terhadap lima informan kunci lintas unit kerja (staf IT, petugas BPJS, staf admisi, petugas IGD, dan petugas rekam medis) yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data terhadap log 200 kasus kepesertaan bermasalah mengidentifikasi tiga hambatan utama penonaktifan kartu pasien, yaitu: kelalaian pembayaran premi (95 kasus/47,5%), kendala batas usia anak (62 kasus/31,0%), dan transisi status pensiun (43 kasus/21,5%). Hambatan validasi data secara manual ini memicu penumpukan antrean loket pendaftaran dan berisiko menghambat penanganan medis kritis (golden period) di IGD. Untuk mengatasi kendala operasional tersebut, diperlukan optimalisasi Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) melalui penyediaan fitur Pop-Up Alert proaktif untuk mendeteksi dini kartu nonaktif, serta pengesahan Standar Operasional Prosedur (SOP) Penyelamatan Administrasi berupa pengalihan instan ke program jaminan kesehatan daerah (Universal Health Coverage/UHC) demi menjamin keselamatan klinis pasien.