Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala administratif dan operasional yang dihadapi pengguna BPJS Kesehatan di loket admisi pendaftaran dan Instalasi Gawat Darurat (IGD) di sebuah Rumah Sakit Umum (RSU), serta merumuskan strategi penanganan berbasis sistem informasi. Penelitian kualitatif deskriptif ini dilaksanakan pada periode MeiāJuni 2026. Pengumpulan data dilakukan melalui metode triangulasi yang mencakup observasi partisipatif pasif, studi dokumentasi, serta wawancara semi-terstruktur terhadap lima informan kunci lintas unit kerja (staf IT, petugas BPJS, staf admisi, petugas IGD, dan petugas rekam medis) yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data terhadap log 200 kasus kepesertaan bermasalah mengidentifikasi tiga hambatan utama penonaktifan kartu pasien, yaitu: kelalaian pembayaran premi (95 kasus/47,5%), kendala batas usia anak (62 kasus/31,0%), dan transisi status pensiun (43 kasus/21,5%). Hambatan validasi data secara manual ini memicu penumpukan antrean loket pendaftaran dan berisiko menghambat penanganan medis kritis (golden period) di IGD. Untuk mengatasi kendala operasional tersebut, diperlukan optimalisasi Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) melalui penyediaan fitur Pop-Up Alert proaktif untuk mendeteksi dini kartu nonaktif, serta pengesahan Standar Operasional Prosedur (SOP) Penyelamatan Administrasi berupa pengalihan instan ke program jaminan kesehatan daerah (Universal Health Coverage/UHC) demi menjamin keselamatan klinis pasien.
Copyrights © 2026