Desy Sasri Untari
Program Studi Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan, Fakultas Pertanian Perikanan dan Peternakan, Universitas Nahdlatul Ulama Lampung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Karakteristik Nelayan Rajungan (Portunus pelagicus) Terhadap Hasil Tangkapan di Labuhan Maringgai, Lampung Timur Marliana Ayu Parwati; Endang Sri Utami; Desy Sasri Untari
Moluccas Aquaticus Vol 2 No 1 (2026): MOLUCCAS AQUATICUS: Journal of Aquatic Management and Innovation
Publisher : Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/y709ss02

Abstract

Pesisir timur Lampung merupakan wilayah perairan dengan potensi sumber daya rajungan (Portunus pelagicus) yang tinggi. Komoditas ini adalah salah satu hasil perikanan unggulan di Provinsi Lampung  yang memiliki nilai ekonomis penting. Hasil tangkapan rajungan secara umum dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya adalah karakteristik sosial nelayan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh karakteristik sosial nelayan rajungan terhadap hasil tangkapan di Labuhan Maringgai, Lampung Timur. Karakteristik sosial yang dikaji dalam penelitian ini meliputi komponen usia, pendidikan, pengalaman, keterampilan dan peran nelayan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pengambilan data melalui observasi dan wawancara terhadap 43 responden dari total 421 nelayan rajungan. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Rank Spearman untuk mengukur hubungan antara karakteristik sosial nelayan rajungan dengan hasil tangkapan. Struktur nelayan terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu ABK (65%), nahkoda (22%) dan pemilik kapal (23%). Karakteristik sosial nelayan rajungan didominasi kelompok usia 41-50 (72%) dengan tingkat pendidikan sekolah dasar (69%). Sebagian besar nelayan rajungan memiliki pengalaman melaut lebih dari 11 tahun (53,5%) dan merupakan nelayan terampil (65%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia tidak memiliki pengaruh signifikan (P>0,05) terhadap hasil tangkapan dengan korelasi rendah (r), yaitu 0,072, sedangkan empat komponen karakteristik lainnya memiliki pengaruh positif yang signifikan (p<0,05) dengan masing-masing nilai korelasi (r), yaitu pendidikan 0,601; peran 0,401; keterampilan 0,548 dan pengalaman 0,381.