Minat baca merupakan salah satu indikator penting dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia dan keberhasilan proses pendidikan. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa minat baca pelajar Generasi Z masih menghadapi berbagai tantangan akibat perubahan pola konsumsi informasi yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi digital, media sosial, dan penggunaan gawai yang semakin intensif. Kondisi tersebut mendorong perlunya strategi yang tepat dari guru untuk menumbuhkan dan mengembangkan minat baca peserta didik sesuai dengan karakteristik Generasi Z sebagai generasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai strategi guru dalam menumbuhkan minat baca pelajar Generasi Z berdasarkan kajian literatur yang relevan. Penelitian menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari artikel jurnal nasional dan internasional, buku, prosiding, serta dokumen ilmiah yang membahas minat baca, literasi, Generasi Z, dan strategi pembelajaran. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) melalui proses pengumpulan, seleksi, klasifikasi, interpretasi, dan sintesis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang efektif dalam menumbuhkan minat baca pelajar Generasi Z meliputi pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran, penerapan program literasi berbasis aktivitas, penggunaan media sosial sebagai sarana literasi, penerapan gamifikasi, serta pengembangan pembelajaran kolaboratif yang mendorong keterlibatan aktif peserta didik. Keberhasilan strategi tersebut dipengaruhi oleh kompetensi guru, dukungan lingkungan sekolah, ketersediaan sumber bacaan, dan keterlibatan keluarga. Dengan demikian, guru perlu mengembangkan strategi literasi yang adaptif, inovatif, dan sesuai dengan karakteristik Generasi Z untuk membangun budaya membaca yang berkelanjutan di lingkungan pendidikan.