Sintikhewati Yenly Sucipto
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bethesda Yakkum PSDKU Semarang

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Upaya Peningkatan Kualitas Remaja Melalui Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Remaja Terintegrasi Dengan Metode Peer Group Di Sma Negeri 1 Getasan Kabupaten Semarang Sintikhewati Yeni Sucipto; Lisa Dwi Astuti
Pelita Abdi Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Pelita Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Adolescence is a period that is very vulnerable to engaging in risky sexual and adolescent acquaintance behavior. Adolescent problems are still very complex and have a very detrimental impact on adolescents themselves. One of the factors that make teenagers involved in this problem is the low level of adolescent knowledge about reproductive health and the impact of risky behavior, including in SMA Negeri 1 Getasan. Method : Through community service activities in the form of socialization efforts with the peer group method, it is hoped that it can increase adolescent knowledge about reproductive health which can influence adolescent attitudes and behavior to avoid risky behavior. Result: The result after this socialization effort was an increase in knowledge about integrated adolescent reproductive health. Conlussion: The peer group method is one of the most effective methods in providing health information to the youth target group.
DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP KEPATUHAN PELAKSANAAN PROTOKOL KESEHATAN DI KALANGAN MAHASISWA KESEHATAN Sintikhewati Yenly Sucipto; Juli Omega Sihombing
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v7i1.174

Abstract

Mahasiswa kesehatan merupakan suatu kelompok yang beberapa aktivitas studinya membutuhkan praktik laboratorium dan praktik lapangan sehingga membutuhkan pertemuan tatap muka meskipun masih dalam situasi pandemi COVID-19. Oleh karena itu, mahasiswa kesehatan dihimbau untuk selalu patuh melakukan protokol kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pelaksanaan protokol kesehatan dengan menerapkan teori Health Belief Model di kalangan mahasiswa kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen kuesioner berupa formulir online. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 89 mahasiswa kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel jenis kelamin (p value = 0,033), frekuensi keterpaparan informasi (p value = 0,010), pengetahuan (p value = 0,001), persepsi keseriusan (p value = 0,001), persepsi manfaat (p value = 0,005), persepsi hambatan (p value = 0,001) menunjukkan ada hubungan bermakna dengan kepatuhan pelaksanaan protokol kesehatan. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggabungkan teori Health Belief Model dengan model yang lain agar dapat menjelaskan lebih detail proses terjadinya perubahan perilaku.
HUBUNGAN SIKAP DAN PENGETAHUAN CA MAMMAE PADA PERILAKU SADARI WANITA USIA SUBUR (WUS) DI WILAYAH PASCA BENCANA KOTA CIANJUR Novita Wulandari; Sintikhewati Yenly Sucipto
Jurnal Pranata Biomedika Vol 2, No 2: September 2023
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jpb.v2i2.11208

Abstract

Latar belakang : Ca mammae adalah satu jenis tumor ganas yang tumbuh di jaringan payudara yang umum terjadi pada wanita. Berdasarkan survei WHO menyebutkan bahwa 8-9% wanita mengalami Ca mammae. Tiap tahunnya lebih dari 185.000 wanita didiagnosa mengidap Ca mammae. Tingginya angka kasus kanker payudara tak sedikit pula mengakibatkan penderita kanker payudara berujung pada kematian. Ironinya, permasalahan yang sering ditemukan pada penderita kanker di Indonesia 50% datang ke tempat pengobatan dalam kondisi telah stadium lanjut. Padahal jika ditemukan saat stadium dini maka angka kesembuhan pasien kanker payudara mencapai 90%.. Faktor resiko kanker payudara dapat dideteksi dengan cara pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) bertujuan untuk deteksi dini adanya kanker payudara dan bukan untuk pencegahan kanker payudara.Tujuan penelitian : Mengetahui hubungan sikap dan pengetahuan Ca mammae terhadap perilaku SADARI Wanita usia subur (WUS) di Desa Galudra, Desa Padaluyu, Desa Cibeureuem.Metode : Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Responden pada penelitian ini adalah wanita usia subur dengan jumlah responden 76 diambil dengan purposive sampling di tiga desa yaitu Desa Galudra, Desa Padaluyu, Desa Cibeureuem yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data dilakukan dengan cara univariat, bivariat dengan menggunakan uji non-parametrik chi square test.Hasil : Didapatkan hasil terdapat hubungan antara sikap dengan p value 0.028 α 0.05 dan pengetahuan terkait Ca mammae dengan p value 0.027 α 0.05 pada perilaku SADARI pada wanita usia subur (WUS) di Desa Galudra, Desa Padaluyu, Desa Cibeureuem.Kesimpulan: Terdapat hubungan sikap dan pengetahuan Ca mammae pada perilaku SADARI wanita usia subur (WUS) di Desa Galudra, Desa Padaluyu, Desa Cibeureuem, Kota Cianjur, Jawa Barat.
DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP KEPATUHAN PELAKSANAAN PROTOKOL KESEHATAN DI KALANGAN MAHASISWA KESEHATAN Sucipto, Sintikhewati Yenly; Sihombing, Juli Omega
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v7i1.174

Abstract

Mahasiswa kesehatan merupakan suatu kelompok yang beberapa aktivitas studinya membutuhkan praktik laboratorium dan praktik lapangan sehingga membutuhkan pertemuan tatap muka meskipun masih dalam situasi pandemi COVID-19. Oleh karena itu, mahasiswa kesehatan dihimbau untuk selalu patuh melakukan protokol kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pelaksanaan protokol kesehatan dengan menerapkan teori Health Belief Model di kalangan mahasiswa kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen kuesioner berupa formulir online. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 89 mahasiswa kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel jenis kelamin (p value = 0,033), frekuensi keterpaparan informasi (p value = 0,010), pengetahuan (p value = 0,001), persepsi keseriusan (p value = 0,001), persepsi manfaat (p value = 0,005), persepsi hambatan (p value = 0,001) menunjukkan ada hubungan bermakna dengan kepatuhan pelaksanaan protokol kesehatan. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggabungkan teori Health Belief Model dengan model yang lain agar dapat menjelaskan lebih detail proses terjadinya perubahan perilaku.
Hubungan Faktor Sosiodemografi dengan Pengetahuan dan Sikap terhadap Deteksi Dini Kanker Serviks pada Perempuan di Wilayah Pasca Bencana: Implikasi bagi Pemulihan Layanan Kesehatan Preventif Sintikhewati Yenly Sucipto; Novita Wulandari
Jurnal Kesehatan Vol 15 No 1 (2026): JURNAL KESEHATAN
Publisher : STIKES Ngesti Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46815/jk.v15i1.569

Abstract

Cervical cancer is a preventable disease; however, its incidence and mortality remain high worldwide. Limited access to healthcare services and the shift in healthcare priorities following disasters may reduce the utilization of cervical cancer screening. This cross-sectional analytical study was conducted among 76 women aged 15–49 years living in a post-disaster area. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using the Chi-square test and multivariable logistic regression to identify factors independently associated with knowledge and attitudes toward cervical cancer screening. Overall, 50.0% of participants had good knowledge, and 64.5% demonstrated a positive attitude toward cervical cancer screening. Age and educational level were significantly associated with knowledge (p<0.05), whereas only age was significantly associated with attitudes toward cervical cancer screening (p=0.017). Multivariable analysis showed that women aged 15–24 years were less likely to have good knowledge (AOR=0.031; 95% CI: 0.004–0.243; p=0.001) and a positive attitude toward cervical cancer screening (AOR=0.148; 95% CI: 0.036–0.615; p=0.009). Strengthening continuous and targeted health education for younger women and those with lower educational attainment should be integrated into post-disaster health service recovery to improve the uptake of cervical cancer screening.