Daniella Beauty Melanesia Mawikere
Sekolah Menengah Atas Negeri 9 Manado

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Teologi Pembebasan dalam Exodus: Manifestasi Missio Dei sebagai Reversi Kuasa Dosa dalam Sejarah Keselamatan Marde Christian Stenly Mawikere; Sudiria Hura; Jean Calvin Riedel Mawikere; Daniella Beauty Melanesia Mawikere
DIDASKO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 6 No. 1 (2026): Didasko: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen - April 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Diaspora Wamena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52879/m5y84f23

Abstract

This article analyses the Exodus as a manifestation of the missio Dei that reveals God’s theology of liberation within salvation history. Employing a qualitative method through content analysis of biblical texts, this study highlights God’s actions of “seeing” (r?’? r?’îtî), “hearing” (š?ma‘tî), “knowing” (y?da‘tî), and “coming down” (y?radtî lehatsîl?m) to deliver His people from Egyptian oppression (Exod. 3:7–8). These actions demonstrate that mission originates from God’s own initiative, grounded in love, justice, and faithfulness to the berith (covenant). The findings indicate that liberation in the Exodus is holistic in nature, encompassing spiritual, social, ethical, and ecological dimensions. The contemporary Church is called to participate in the missio Dei by embodying signs of the Kingdom of God through authentic worship, social justice, and the restoration of creation. Abstrak Artikel ini menganalisis Exodus sebagai manifestasi missio Dei yang menyingkap teologi pembebasan Allah dalam sejarah keselamatan. Melalui metode kualitatif dengan analisis isi teks biblis, penelitian ini menyoroti tindakan Allah yang “melihat” (r?’? r?’îtî), “mendengar” (š?ma‘tî), “mengetahui” (y?da‘tî), dan “turun” (y?radtî lehatsîl?m) untuk membebaskan umat-Nya dari penindasan Mesir (Kel. 3:7–8). Tindakan tersebut menunjukkan bahwa misi berasal dari inisiatif Allah yang berakar pada kasih, keadilan, dan kesetiaan terhadap berith (perjanjian). Temuan penelitian menegaskan bahwa pembebasan dalam Exodus bersifat holistik—mencakup dimensi spiritual, sosial, etis, dan ekologis. Gereja masa kini dipanggil berpartisipasi dalam missio Dei dengan mewujudkan tanda-tanda Kerajaan Allah melalui ibadah sejati, keadilan sosial, dan pemulihan ciptaan.
Theology of Christian Education: Biblical Foundations, Holistic Mandate, and Contemporary Relevance Marde Christian Stenly Mawikere; Sudiria Hura; Jean Calvin Riedel Mawikere; Daniella Beauty Melanesia Mawikere
CHARISTHEO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 5 No. 1 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Anugrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54592/jct.v5i1.279

Abstract

Artikel ini mengkaji hakikat dan mandat Pendidikan Kristen sebagai lembaga pendidikan berbasis iman dari perspektif teologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka yang melibatkan sumber primer, termasuk teks-teks Alkitab dan karya-karya teologis, serta sumber sekunder yang diambil dari literatur pendidikan Kristen dan teori pedagogi modern. Analisis dilakukan dengan pendekatan hermeneutis untuk menafsirkan teks-teks Alkitab serta kerangka deskriptif-analitis guna mengintegrasikan prinsip-prinsip teologis dengan realitas pendidikan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Kristen berperan sebagai agen pembentukan karakter yang holistik, penguatan tanggung jawab sosial, dan pusat transformasi spiritual yang berlandaskan pada nilai-nilai Kerajaan Allah. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi antara prinsip-prinsip teologis dengan teori pendidikan modern, sehingga menghasilkan kerangka konseptual yang menegaskan relevansi dan urgensi Pendidikan Kristen dalam menjawab tantangan zaman. Temuan ini memberikan kontribusi bagi pengembangan teori dan praktik pendidikan berbasis iman yang holistik, kontekstual, dan transformatif.