Asni Ilham
Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH VIDEO EDUKASI KESEHATAN GIGI TERHADAP PENGETAHUAN SISWA KELAS V DI SDN 09 KABILA BONE Jumiati; Imel Tagoi; Asni Ilham
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2026): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/yyt86h92

Abstract

Pendahuluan : Pengetahuan gigi dan mulut yang baik dapat dicapai melalui pengetahuan, karena tingkat pengetahuan yang tinggi akan mendorong upaya sadar mereka untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan gigi. Kebersihan gigi dan mulut anak-anak lebih buruk karena mereka mengkonsumsi lebih banyak makanan dan minuman oenyebab karies dibandingkan orang dewasa Tujuan : mengetahui pengaruh pemberian video edukasi kesehatan gigi terhadap tingkat pengetahuan siswa kelas V di SDN 09 Kabila Bone\ Metode : Penelitian menggunakan metode eksperimen, dengan desain pre-test dan post-test satu kelompok. Populasi seluruh siswa kelas V sebanyak 16 orang, diambil seluruhnya sebagai sampel (total sampling). Data kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan edukasi kesehatan dengan media video animasi, dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Paired Sample T-test (a =0,05). Hasil : Sebelum diberikan edukasi,  1 responden dengan kategori baik (6,25%). Responden dengan kategori cukup sebanyak 9 responden (56,25%). Dan responden dengan kategori buruk sebanyak 6 responden (37,5%) kemudian sesudah diberikan video penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan responden dengan kategori baik sebanyak 10 responden (62,5%) dan responden dengan kategori cukup 6 responden (37,5%) dan responden dengan kategori buruk 0 responden (0%). Kesimpulan : Video edukasi efektif terhadap  peningkatan pengetahuan kesehatan gigi siswa sekolah dasar
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS VIDEO ANIMASI DAN POSTER TERHADAP PENGETAHUAN ANAK SEKOLAH DASAR TENTANG PLAK GIGI DI SDN 02 BOTUMOITO KABUPATEN BOALEMO Adriansyah Manggas; Asni Ilham; Jumiati
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2026): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/bn77n991

Abstract

Pendahuluan: Plak gigi merupakan salah satu penyebab utama terjadinya penyakit gigi dan mulut pada anak usia sekolah dasar. Rendahnya pengetahuan mengenai plak gigi dan cara pencegahannya dapat meningkatkan risiko terjadinya karies gigi maupun penyakit periodontal. Salah satu upaya meningkatkan pengetahuan siswa adalah melalui pendidikan kesehatan menggunakan media video animasi dan poster. Tujuan: Mengetahui dan membandingkan efektivitas media video animasi dan poster terhadap pengetahuan anak sekolah dasar tentang plak gigi di SDN 02 Botumoito Kabupaten Boalemo. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan melalui pendekatan quasi experiment. Sampel penelitian berjumlah 40 siswa kelas V dan VI SDN 02 Botumoito yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok video animasi (20 siswa) dan kelompok poster (20 siswa). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired t-test dan independent t-test. Hasil: Sebelum diberikan intervensi, rata-rata skor pengetahuan pada kelompok video animasi adalah 52,5, sedangkan pada kelompok poster 52,0. Setelah diberikan edukasi, rata-rata skor pengetahuan pada kelompok video animasi meningkat menjadi 74,5, sedangkan pada kelompok poster menjadi 69,5. Hasil paired t-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan pada kedua kelompok (p = 0,000 < 0,05). Hasil independent t-test menunjukkan tidak terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara media video animasi dan poster (p = 0,625 > 0,05).  Kesimpulan: Media video animasi maupun poster sama-sama efektif dalam meningkatkan pengetahuan anak sekolah dasar tentang plak gigi, namun tidak terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara kedua media tersebut.