Abstrak Studi ini dilakukan untuk menguji apakah pelatihan growth mindset dapat menjadi intervensi yang membantu meningkatkan resiliensi siswa SMA. Resiliensi dipengaruhi oleh pola pikir adaptif dalam memaknai pengalaman, yang dikenal sebagai growth mindset. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen pretest–posttest control group. Partisipan berjumlah 40 siswa SMA berusia 15–18 tahun yang memenuhi kriteria inklusi dan dibagi secara acak ke dalam kelompok eksperimen (n = 20) dan kelompok kontrol (n = 20). Resiliensi diukur menggunakan Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) versi adaptasi. Modul pelatihan yang digunakan telah dikembangkan dan teruji validitas serta reliabilitasnya pada siswa SMA. Pengukuran dilakukan pada tahap pretest, posttest, dan follow up. Analisis repeated measures ANOVA menunjukkan adanya efek waktu yang signifikan serta interaksi waktu dan kelompok yang signifikan, yang mengindikasikan bahwa perubahan skor resiliensi berbeda antara kelompok eksperimen dan kontrol. Efek utama kelompok tidak signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan berkontribusi terhadap peningkatan resiliensi seiring waktu pada kelompok eksperimen. Secara teoretis, temuan ini memperkuat peran growth mindset sebagai faktor protektif dalam perkembangan resiliensi remaja. Secara praktis, pelatihan ini berpotensi diimplementasikan sebagai intervensi berbasis sekolah. Kata Kunci: Growth Mindset, Pelatihan, Resiliensi, Siswa SMA, Efektivitas Pelatihan. AbstractThis study aimed to examine the effectiveness of a Growth Mindset Training program in enhancing high school students’ resilience. Resilience is influenced by an adaptive way of interpreting life experiences, known as a growth mindset. A quantitative approach with a pretest–posttest control group experimental design was employed. Participants consisted of 40 high school students aged 15–18 years who met the inclusion criteria and were randomly assigned to an experimental group (n = 20) and a control group (n = 20). Resilience was measured using the Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC). The training module had previously been developed and validated for high school students. Measurements were conducted at pretest, posttest, and follow-up stages. Repeated measures ANOVA revealed a significant main effect of time and a significant time × group interaction, indicating that changes in resilience scores differed between the experimental and control groups over time. The main effect of group was not significant. These findings suggest that the training contributed to increased resilience over time in the experimental group. The results reinforce the theoretical role of growth mindset as a protective factor in adolescent resilience development and support its potential implementation as a school-based intervention program. Keywords: Growth Mindset, Training, Resilience, High School Student, Training Effectiveness