Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Konten Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS) Dalam Buku Matematika Kelas VII Kurikulum Merdeka Juwita; Nazwa Alyanda Putri; Luri Nursucita; Nita Kurnia Sari; Hera Azhari Bangun; Maisahara Dalimunthe; Elfira Ramhadani
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Nusantara (JIMNU) Vol. 4 No. 2 (2026): JIMNU - JULI
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jimnu.v4i2.704

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konten latihan dan soal yang merepresentasikan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) pada buku teks Matematika kelas VII SMP terbitan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sebagai bahan ajar Kurikulum Merdeka. Anifarka & Rosnawati (2023) menyatakan bahwa buku teks yang berkualitas seyogianya mampu memfasilitasi perkembangan kognitif peserta didik selaras dengan capaian pembelajaran yang ditetapkan. Metode yang diterapkan dalam kajian ini adalah analisis isi dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Instrumen analisis merujuk pada dimensi kognitif C4 (Menganalisis), C5 (Mengevaluasi), dan C6 (Menciptakan) berdasarkan revisi taksonomi Bloom oleh Anderson & Krathwohl (2001). Temuan penelitian mengindikasikan bahwa dari total 485 butir soal dan aktivitas yang tersebar pada enam bab, sebanyak 147 butir (30,31%) tergolong dalam kategori HOTS. Distribusi HOTS tertinggi ditemukan pada Bab 5 tentang Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel (38,46%), sedangkan terendah pada Bab 1 tentang Bilangan (22,80%). Level kognitif yang paling dominan adalah C4-Menganalisis (58,50%), diikuti C5-Mengevaluasi (28,57%), dan C6-Mencipta (12,93%). Temuan ini mengindikasikan bahwa buku teks Kurikulum Merdeka telah mengintegrasikan HOTS secara lebih sistematis dibandingkan kurikulum sebelumnya (Fanani, 2018)meskipun proporsinya perlu ditingkatkan untuk memenuhi tuntutan pembelajaran abad ke-21. This study aims to analyze the content of exercises and questions representing higher-order thinking skills (HOTS) in the Mathematics textbook for grade VII junior high school published by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology as teaching materials for the Independent Curriculum. Anifarka & Rosnawati (2023) stated that a quality textbook should be able to facilitate students' cognitive development in line with the established learning outcomes. The method applied in this study is content analysis with a qualitative descriptive approach. The analysis instrument refers to the cognitive dimensions C4 (Analyzing), C5 (Evaluating), and C6 (Creating) based on the revised Bloom's taxonomy by Anderson & Krathwohl (2001). The research findings indicate that of a total of 485 questions and activities spread across six chapters, 147 items (30.31%) are classified as HOTS. The highest HOTS distribution was found in Chapter 5 on Linear Equations and Inequalities with One Variable (38.46%), while the lowest was in Chapter 1 on Numbers (22.80%). The most dominant cognitive level is C4-Analyzing (58.50%), followed by C5-Evaluating (28.57%), and C6-Creating (12.93%). This finding indicates that the Independent Curriculum textbooks have integrated HOTS more systematically than the previous curriculum (Fanani, 2018), although the proportion needs to be increased to meet the demands of 21st-century learning. 
Analisis Kesulitan Pemecahan Masalah Pada Distribusi Bernaoulli, Binomial, Dan Trinomial Pada Mahasiswa Pendidikan Matematika Juwita; Maisahara Dalimunthe; Nurlia Ningsih; Muthia Dewi
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i1.754

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah mahasiswa pendidikan matematika pada materi distribusi Bernoulli, Binomial, dan Trinomial. Sampel penelitian terdiri dari 19 mahasiswa yang dikategorikan berdasarkan tingkat kemampuan, yaitu tinggi (4 orang), sedang (5 orang), dan rendah (10 orang). Pengumpulan data dilakukan melalui soal kontekstual yang menuntut mahasiswa untuk memahami konsep probabilitas, menyusun model matematika, serta menerapkan strategi pemecahan masalah secara sistematis. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan kemampuan antar kelompok; mahasiswa berkemampuan tinggi mampu memahami konsep dengan baik, menyusun model matematika secara tepat, dan menerapkan strategi pemecahan masalah yang logis sehingga menghasilkan jawaban yang akurat, mahasiswa berkemampuan sedang memiliki pemahaman konsep yang cukup tetapi masih sering melakukan kesalahan pada perhitungan kompleks dan kurang teliti dalam langkah-langkah penyelesaian, sedangkan mahasiswa berkemampuan rendah mengalami kesulitan signifikan dalam memahami konsep, menyusun model, dan menerapkan strategi pemecahan masalah, sehingga kesalahan yang muncul lebih sering dan memengaruhi jawaban akhir. Penelitian ini menegaskan bahwa penguasaan konsep probabilitas menjadi dasar utama dalam kemampuan pemecahan masalah dan menunjukkan pentingnya strategi pembelajaran diferensiasi, latihan bertahap, serta penggunaan soal kontekstual untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa di semua tingkat kemampuan. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengembangan metode pembelajaran matematika yang lebih efektif, khususnya dalam materi distribusi peluang.
ANALISIS KESULITAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA PADA MATERI PERBANDINGAN SD SWASTA ALWASHLIYAH 80 KISARAN Anim Anim; Nur Winda Dewi; Suci Ramayanti; Maisahara Dalimunthe
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4930

Abstract

Abstract: This study aims to describe students' mathematical communication skills in solving comparison problems. A total of 32 sixth-grade students at AlWashliyah 80 Kisaran Private Elementary School were the subjects of this study. Data were collected by giving three essay questions focusing on comparison material. The results of the analysis showed that only a small percentage of students, namely 18.75%, had high mathematical communication skills. Another 25% were in the moderate category, while the majority of students, 56.25%, were classified as having low communication skills. Students in the high category were able to meet all the expected indicators, while students in the moderate category were only able to master two indicators. Students in the low category were generally only able to achieve one indicator. These findings confirm that mathematical communication skills play an important role in helping students understand problems and solve math questions more effectively. Keywords: Analysis; ability; mathematical communication; comparison. Abstrak: Penelitian ini bertujuan menggambarkan kemampuan komunikasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal perbandingan. Sebanyak 32 siswa kelas VI di SD Swasta AlWashliyah 80 Kisaran menjadi subjek dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui pemberian tiga soal uraian yang berfokus pada materi perbandingan. Hasil analisis menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil siswa, yakni 18,75%, yang memiliki kemampuan komunikasi matematis pada kategori tinggi. Sebanyak 25% lainnya berada pada kategori sedang, sedangkan mayoritas siswa, yaitu 56,25%, tergolong memiliki kemampuan komunikasi yang rendah. Siswa yang termasuk kategori tinggi mampu memenuhi seluruh indikator yang diharapkan, sementara siswa yang berada pada kategori sedang hanya dapat menguasai dua indikator. Adapun siswa dengan kategori rendah umumnya hanya mampu mencapai satu indikator saja. Temuan ini menegaskan bahwa kemampuan komunikasi matematis memegang peran penting dalam membantu siswa memahami persoalan dan menyelesaikan soal matematika secara lebih efektif. Kata kunci: Analisis; kemampuan; komunikasi matematis; perbandingan.