Evita Tri Handayani
Universitas Asahan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Perbandingan Di SD Swasta  Al-Washliyah 80 Ananda Revalina; Elfira Ramadhani; Nur Winda Dewi; Ayu Lestari; Evita Tri Handayani; Nanda Aryanti Nasution; Nurlia Ningsih
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Nusantara (JIMNU) Vol. 4 No. 2 (2026): JIMNU - JULI
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jimnu.v4i2.712

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji dampak penerapan model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) terhadap hasil belajar matematika siswa pada topik perbandingan di Sekolah Dasar Swasta AlWashliyah 80 Kisaran. Metode penelitian yang digunakan Adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang dipilih adalah pengambilan sampel klaster, yang melibatkan siswa dari kelas VI B dan VI C sebagai subjek penelitian.Teknik analisis data yang digunakan meliputi uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji-T untuk pengujian hipotesis. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data dari kedua kelas tersebut berdistribusi normal, dengan nilai signifikansi sebesar 0,052 untuk kelas eksperimen dan 0,693 untuk kelas kontrol; kedua nilai tersebut melebihi 0,05. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan nilai Sig. (dua sisi) sebesar 0,000 < 0,05; oleh karena itu, H₀ ditolak dan H₁ diterima. Hal ini membuktikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam prestasi belajar matematika antara siswa yang menggunakan model PBL dan mereka yang belajar secara konvensional. Oleh karena itu, model Pembelajaran Berbasis Masalah telah terbukti efektif dalam meningkatkan prestasi belajar matematika siswa. This study was conducted to examine the impact of implementing the Problem-Based Learning (PBL) on students’ mathematics learning outcomes in the topic of ratios at AlWashliyah Private Elementary School 80 Kisaran. The research method used was an experiment with a quantitative approach. The sampling technique selected was cluster sampling, involving students from classes VI B and VI C as research subjects. The data analysis techniques used included the Shapiro-Wilk normality test and the t-test for hypothesis testing. The results of the normality test indicated that the data from both classes were normally distributed, with significance values of 0.052 for the experimental class and 0.693 for the control class; both values exceeded 0.05. The results of the hypothesis testing showed a Sig. (two-tailed) value of 0.000 < 0.05; therefore, H₀ was rejected and H₁ was accepted. This proves that there is a significant difference in mathematics achievement between students who used the PBL model and those who learned conventionally. Therefore, the Problem-Based Learning model has been proven effective in improving students’ mathematics achievement.
Kemampuan Mahasiswa Dalam Menyelesaikan Masalah Nilai Ekspektasi Gabungan Diskrit Dan Ekspektasi Bersyarat Diskrit Di Era Modern Fiqih Andrian Nasution; Khairun Nisa; Evita Tri Handayani; Muthia Dewi
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 2 (2026): Menulis - Februari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i2.1000

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan kompetensi penting yang perlu dikuasai oleh mahasiswa matematika agar mampu menghadapi dan menyelesaikan berbagai permasalahan secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kemampuan mahasiswa semester V Program Studi Pendidikan Matematika, Jurusan Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Asahan dalam menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan nilai ekspektasi gabungan diskrit dan ekspektasi bersyarat diskrit. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini berupa dua butir soal, yaitu satu soal bersifat rutin dan satu soal bersifat nonrutin. Subjek penelitian melibatkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Asahan yang mengambil mata kuliah Statistika Matematika pada semester V kelas A tahun akademik 2025/2026 dengan jumlah peserta sebanyak 18 mahasiswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada penyelesaian soal rutin terdapat 8 mahasiswa (44,44%) yang mampu memperoleh jawaban benar secara lengkap, sedangkan 10 mahasiswa (55,55%) belum mampu menyelesaikan soal dengan sempurna. Adapun pada soal nonrutin, hanya 1 mahasiswa (5,55%) yang dapat menjawab dengan benar, sementara 17 mahasiswa lainnya (94,44%) tidak berhasil menyelesaikan permasalahan yang diberikan. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah pada materi nilai ekspektasi gabungan diskrit dan ekspektasi bersyarat diskrit masih tergolong rendah untuk soal rutin dan sangat rendah untuk soal nonrutin. Hal ini menunjukkan bahwa penguasaan konsep dan pemahaman mahasiswa terhadap materi yang telah dipelajari melalui proses pembelajaran masih belum optimal.