Zeni Widiastuti
RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemberian Terapi Musik Mozart Dan Relaksasi Napas Dalam Pada Acute Lymphoblastic Leukimia Dengan Nyeri Akut Sarwasih Dwi Handayani; Istinengtiyas Tirta S; Zeni Widiastuti
JURNAL PENDIDIKAN KESEHATAN Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Kesehatan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pekanbaru Medical Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64931/jks.v6i1.198

Abstract

Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL) merupakan salah satu bentuk kanker darah yang ditandai oleh proliferasi dan diferensiasi abnormal sel limfoid di sumsum tulang, darah, serta jaringan limfoid lainnya. Selama proses diagnosis hingga akhir hayat, pasien dengan kanker darah sering kali mengalami berbagai gejala yang kompleks, baik secara fisik, psikologis, sosial, maupun emosional. Beberapa gejala umum yang sering dilaporkan antara lain adalah nyeri. Nyeri pada pasien bersifat sangat subjektif, sehingga pengalaman nyeri bisa berbeda antara satu individu dengan individu lainnya. Pengelolaan nyeri dapat dilakukan melalui pemberian obat-obatan maupun intervensi nonfarmakologis. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui pemberian terapi musik mozart dan relaksasi napas dalam untuk menurunkan tingkat nyeri pada pasien Acute Lymphoblastic Leukimia. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan. Pengambilan dan pengumpulan data dilakukan secara langsung dan menyeluruh dengan menyertakan berbagai sumber data. Pemilihan pasien/klien dalam penelitian ini berjumlah satu 1 orang, dengan kriteria inklusi pasien/klien anak yang sedang menjalani kemoterapi di ruang bangsal Asoka RSUP DR Sardjito. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kombinasi terapi musik dan relaksasi napas dalam dapat menurunkan skala nyeri secara lebih signifikan dibandingkan jika diberikan secara terpisah, serta memperbaiki aspek psikologis pasien yang mengalami nyeri akut akibat kanker. Kesimpulan hasil studi kasus nyeri yang dirasakan pasien sudah berkurang dari skala 3 menjadi skala 1(ringan). Pemberian terapi musik mozart dan relaksasi napas dalam dapat menurunkan skala nyeri pada pasien nyeri akut akibat kanker.
Semi-Immersive Virtual Reality Reduces Pain, Fatiwue and Enhances Comfort and Sleep in Paediatric Oncology Sumarti Endah Purnamaningsih Maria Margaretha; Iswanti Purwaningsih; Zeni Widiastuti
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 7 No. 6 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i6.733

Abstract

Pediatric cancer patients undergoing chemotherapy often experience a range of adverse effects, include discomfort, fatigue, pain, and poor sleep quality. These symptoms can have a detrimental effect on the patients’ physical and psychological well-being. Semi-immersive virtual reality (SVR) has emerged as a promising non-pharmacological approach to enhance comfort and reduce treatment-related distress. To examine the effectiveness of SVR in improving comfort, reducing fatigue and pain, and enhancing sleep quality among pediatrics cancer patients undergoing chemotherapy. A quasi-experimental pretest-posttest study was conducted with 52 children aged 6–14 years receiving outpatient chemotherapy. The sampling technique used is using purposive sampling.  Instruments included the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), Shortened General Comfort Questionnaire (SGCQ), Child Fatigue Scale 24 Hours (CFS-24), and Numeric Rating Scale (NRS) for pain. Data were analyzed descriptively to compare pre-intervention and post-intervention scores. The validity test used was KMO–Bartlett and Factor Loading (EFA), while the reliability test used Cronbach's Alpha. Following the SVR intervention, improvements were observed across all variables. The Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) improved, with “very poor” decreasing from 31% to 0%, “poor” from 37% to 25%, “fair” increasing from 33% to 63%, and “good” from 0% to 12%. Pain intensity (NRS) decreased, with “moderate” pain dropping from 67% to 0% and “mild” pain increasing from 33% to 100%. Fatigue (CFS) improved: “very high” decreased from 25% to 0%, “high” from 48% to 6%, “moderate” from 27% to 0%, and “low” increased from 0% to 94%. Comfort (SGCQ) increased, with “low” decreasing from 31% to 0%, “medium” from 69% to 50%, and “high” increasing from 0% to 50%. Semi-immersive virtual reality effectively enhances comfort, reduces fatigue and pain, and improves sleep quality among pediatrics cancer patients undergoing chemotherapy. SVR can serve as a complementary, non-pharmacological intervention to support children’s well-being the course of cancer treatment.
Penerapan Terapi Bermain Puzzle Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Pada Anak Usia Toddler Dengan Acute Myeloid Leukemia Patrianto; Armenia Diahsari; Zeni Widiastuti
JURNAL PENDIDIKAN KESEHATAN Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Kesehatan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pekanbaru Medical Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64931/jks.v5i2.188

Abstract

Acute Myeloid Leukemia merupakan masalah keganasan hematologi yang berdampak signifikan terhadap kondisi fisik, psikologis, dan kualitas hidup pasien. Secara fisik, anak mengalami supresi sumsum tulang yang mengakibatkan anemia, risiko perdarahan, dan infeksi berulang. Secara psikologis, prosedur medis invasif dan lingkungan rumah sakit yang asing memicu ansietas (kecemasan). Kondisi ini jika tidak ditangani akan mengganggu proses tumbuh kembang serta menurunkan kooperatifitas anak dalam menjalani terapi pengobatan jangka panjang. Tujuan: studi kasus ini adalah untuk memberikan gambaran asuhan keperawatan komprehensif pada pasien anak dengan penerapan terapi bermain puzzle terhadap penurunan tingkat kecemasan dengan Acute Myeloid leukemia mengevaluasi efektifitas intervensi nonfarmakologis berupa teknik distraksi dalam mengurangi kecemasan. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif melalui observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, analisis rekam medis dengan menggunakan SDKI, SLKI dan SIKI. Hasil: menunjukkan bahwa setelah intervensi selama lima hari, skala kecemasan menurun dari 149 kecemasan tinggi menjadi 117 kecemasan sedang, pasien tampak lebih rileks, tidak rewel dan mulai beraktifitas ringan. Teknik nonfarmakologi menunjukkan penurunan kecemasan, meningkatkan kenyamanan. Kesimpulan: Terapi bermain puzzle menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan pada anak yang menjalani hospitalisasi.